Kawasan Sanur khususnya Jalan Danau Tamblingan terus ditata. (BP/Eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kawasan Sanur khususnya Jalan Danau Tamblingan terus ditata. Selain pedestrian dan penataan kabel udara, saat ini juga telah dipasang penerangan berupa smart lighting. Ada 289 lampu penerangan yang dikendalikan lewat aplikasi terpasang di kawasan pedestrian tersebut.

Sekretaris Dishub Kota Denpasar, I Dewa Ketut Adi Pradnyana saat diwawancarai, Kamis (12/2) mengatakan, lampu-lampu ini telah dipasang pada akhir tahun 2025 lalu bersamaan dengan penataan pedestrian dan perbaikan jalan. Sepanjang Jalan Danau Tamblingan, kiri dan kanan telah dipasangi smart lighting tersebut.

Baca juga:  Penerapan SPMB, Jumlah Siswa Setiap Rombel Tak Boleh Lebihi Batas Maksimal

Menurutnya, lampu-lampu tersebut merupakan jenis lampu penerangan jalan khusus pedestrian. Masuk kategori smart karena pengoperasian lampu ini bisa melalui aplikasi. “Lampu itu menggunakan teknologi smart lighting atau bisa dikontrol untuk mati hidupnya serta penggunaan dayanya,” paparnya.

Masing-masing lampu, lanjut Dewa Adi, memiliki barcode yang terhubung ke aplikasi di komputer. Dari aplikasi tersebut bisa dipantau keadaan lampu hingga konsumsi dayanya. Sementara, untuk menghidup matikan masih menggunakan timer. “Kalau mematikan manual juga bisa dengan panel,” terangnya.

Baca juga:  Kejurnas Panjat Tebing Remaja, Bali Raih Peringkat Ketiga

Namun, lampu tersebut masih menggunakan tenaga listrik dan belum tenaga surya. Pemasangan smart lighting dilakukan untuk mempercantik kawasan Sanur dan memberi penerangan pada pengguna pedestrian.

Apalagi kini setelah pedestrian tersebut ditata, banyak yang memanfaatkannya untuk lari pagi. Selain itu, Dinas Perhubungan Kota Denpasar bersama Desa Adat Intaran juga memberlakukan larangan parkir di sepanjang Jalan Danau Tamblingan.

Hal ini untuk menghindari terjadinya kemacetan di kawasan tersebut. Salah satu solusi yang ditawarkan dalam larangan parkir yakni dioperasikannya shuttle bus yang memfasilitasi wisatawan dan warga yang beraktivitas di kawasan tersebut. (Widiastuti/bisnisbali)

Baca juga:  Sandiaga Uno: Anggota ASEAN Agar Buat Program Pemulihan Pariwisata
BAGIKAN