Warga keturunan etnis Tionghoa melakukan persiapan perayaan Imlek di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar, Rabu (11/2). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perayaan Imlek tahun 2026 tinggal seminggu lagi. Kegiatan bersih-bersih sudah mulai dilakukan umat Konghucu. Salah satunya nampak di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar yang sudah dilakukan sejak Selasa (10/2).

Pamucuk Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Ida Bagus Adnyana saat ditemui, Rabu (11/2), mengatakan, kegiatan sudah mulai dilakukan pada Selasa yang diawali dengan persembahyangan mengantar dewa-dewa ke langit. Kemudian, hari ini dilanjutkan dengan pembersihan atau penyucian patung atau arca dewa.

Baca juga:  5 September 'Deadline' 17 Tuntutan, Rakyat Menunggu Langkah DPR dan Pemerintah

Pembersihan ini melibatkan cukup banyak umat, meski belum semua datang akibat hujan yang terus mengguyur. “Pembersihan melibatkan cukup banyak orang, tapi karena hujan belum semua bisa datang,” katanya.

Saat perayaan besar seperti halnya Imlek nanti akan ada banyak umat yang datang. Untuk mengantisipasi membeludaknya umat, Ida Bagus Adnyana mengatakan, pihaknya telah memiliki sistem keamanan yang sebelumnya sudah ada petugas yang mengatur. Selain itu, ada pecalang, polisi, dan babinsa yang akan ikut berpartisipasi.

Baca juga:  Ritual Tolak Bala Keliling Kuta Kembali Digelar

Griya Kongco Dwipayana yang bersebelahan dengan Pura Tanah Kilap, tempat sembahyang umat Hindu, dikatakannya, merupakan simbol akulturasi budaya dan toleransi umat beragama. Hal ini sudah terjaga sejak zaman dulu dimana umatnya juga kompak dalam melaksanakan ibadah. Pihaknya berharap apa yang sudah berjalan ini ke depannya tetap terjaga.

Dikatakan Ida Bagus Adnyana, tahun ini adalah shio Kuda Api dimana merupakan tahun prospek, tahunnya orang-orang berpacu dan akan ada banyak prospek yang dikejar. Namun demikian ia juga mengingatkan agar berhati-hati karena jika tidak diimbangi dengan persiapan justru bisa menjadi hancur. “Kuda api itu simbol berpacu, tapi jika tidak mempersiapkan diri, apa yang menjadi prospek malah akan hancur,” ujarnya.

Baca juga:  Jemaat GPIB Kasih Karunia Rayakan Natal dengan Kesederhanaan

Menurutnya, pada tahun ini kesempatan mengejar prospek namun harus dilengkapi dengan kemampuan. Selain itu, tahun ini adalah tahun perjuangan yang harus penuh kehati-hatian. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN