Kesenian barongsai dari Pura Sri Sedana (Cong Po Kong Bio) mewarnai prosesi mapeed dalam rangkaian piodalan di Pura Puseh Desa Adat Gianyar, Selasa (10/2). (BP/kup)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Pemandangan berbeda mewarnai prosesi mapeed dalam rangkaian piodalan di Pura Puseh Desa Adat Gianyar, Selasa (10/2). Untuk pertama kalinya, kesenian barongsai dari Pura Sri Sedana (Cong Po Kong Bio) dilibatkan dalam barisan tradisi berjalan kaki umat Hindu di Bali tersebut.

​Momen langka ini menjadi simbol akulturasi budaya dan kerukunan umat beragama yang telah mengakar kuat di Gianyar. ​Kelian Banjar Sangging, I Dewa Gede Prawiranegara menyatakan bahwa pelibatan Barongsai Cahaya Dewata bukan sekadar tontonan, melainkan upaya pengingat sejarah erat antara Bali dan Tiongkok.

Baca juga:  Tindak Tegas Keramaian saat Tahun Baru

​Beberapa poin sejarah yang melandasi kolaborasi ini antara lain penggunaan pis bolong yang berasal dari Tiongkok dalam hampir setiap ritual keagamaan Hindu di Bali. ​Ada pula legenda barong landung sebagai simbolisasi pernikahan Raja Jayapangus dengan putri saudagar Tiongkok, Kang Ching Wie.

​Pura Sri Sedana/Cong Po Kong Bio berlokasi di Lingkungan Sangging sehingga warga Tionghoa merupakan bagian integral dari kehidupan sosial masyarakat setempat. ​Prosesi dimulai pukul 14.00 WITA, saat rombongan penjemput bergerak dari Pura Puseh menuju Banjar Sengguang Kawan. Barongsai ditempatkan di posisi paling depan, memimpin barisan peed.

Baca juga:  Pura Puseh Dadia Desa Adat Penatih Gelar "Munggel Pelawatan" Ida Ratu Ayu

​Rombongan menempuh rute dari Banjar Sengguan Kawan menuju selatan ke arah Alun-alun Gianyar, sebelum akhirnya kembali ke Pura Puseh pada pukul 14.45 WITA. Sepanjang jalan, warga tampak antusias menyaksikan kolaborasi unik antara gebyar warna barongsai dengan payung serta busana adat Bali.

​Ketua Pemaksan Pura Sri Sedana/Cong Po Kong Bio, Nyoman Aryawan menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas keterlibatan ini.

​”Kami merasa sangat terhormat. Hubungan kami dengan warga lokal sudah lama terjalin, baik dalam suka maupun duka. Namun, dilibatkannya barongsai dalam prosesi mapeed ini adalah yang pertama kali dan menjadi momen spesial bagi kami,” ungkapnya. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Satresnarkoba Tangkap Pengedar Sabu, Puluhan Paket Diamankan Polisi
BAGIKAN