
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng melaksanakan evaluasi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Senin (9/2).
Hingga awal Februari 2026, capaian program tersebut telah mencapai sekitar 16 persen dari target 46 persen yang ditetapkan tahun ini.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Buleleng, Dewa Putu Merta Suteja, mengatakan, program CKG telah dilaksanakan sesuai instruksi Kementerian Kesehatan serta arahan kepala daerah. Pelaksanaannya difokuskan pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan posyandu.
Ia menjelaskan, seluruh puskesmas di Kabupaten Buleleng telah melaksanakan CKG dengan dukungan sumber daya manusia, ketersediaan alat kesehatan, serta bahan medis habis pakai. Program ini menyasar seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, balita, prasekolah, remaja, dewasa, lansia, hingga ibu hamil. Jenis pemeriksaan yang diberikan pun telah disesuaikan dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan.
Untuk tahun 2026, target capaian CKG di Kabupaten Buleleng ditetapkan sebesar 46 persen. Meski saat ini baru mencapai 16 persen, Dinkes melihat adanya tren peningkatan partisipasi masyarakat.
“Dengan progres tersebut, kami optimistis target CKG tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun,” tegasnya.
Namun demikian, diakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaannya. Pada tahap awal, sempat terjadi keterbatasan bahan medis habis pakai. Selain itu, pemahaman masyarakat mengenai manfaat serta mekanisme program CKG juga masih perlu ditingkatkan.
Untuk itu, pihaknya menekankan pentingnya peran lintas sektor, termasuk pemerintah kecamatan, desa, serta perangkat daerah lainnya dalam memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. Melalui evaluasi lintas sektor ini, Dinkes berharap koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan semakin solid sehingga cakupan layanan CKG terus meningkat.
Dewa Putu Merta Suteja juga mengajak masyarakat Buleleng untuk memanfaatkan Program CKG sebagai langkah deteksi dini faktor risiko penyakit dan pencegahan komplikasi. “Masyarakat cukup datang ke puskesmas, pustu, atau posyandu dengan membawa KTP. Layanan CKG dibuka setiap hari kerja di puskesmas dengan dukungan sarana dan prasarana yang telah disiapkan,” ajaknya. (Yudha/balipost)










