Tim TRC BPBD bersama kepolisian dan warga saat membawa korban ke RS Sanjiwani. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Aksi penyelamatan dramatis terjadi di aliran Sungai Petanu, Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Sukawati. Seorang pemuda bernama Dewa Putu Sugiarta (21) berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah sempat terjebak di tengah derasnya arus sungai pada Kamis (5/2) malam.

​Peristiwa ini bermula saat korban mulai beraktivitas di sekitar sungai sejak sore hari. Korban dilaporkan terpeleset saat memancing di aliran Sungai Petanu.

Baca juga:  Satu Lagi Jenazah Terseret Banjir di Kuwum Marga Ditemukan

Pukul 18.00 WITA, Saksi di sekitar lokasi mendengar suara sayup-sayup meminta tolong dari arah timur sungai. Warga sempat mencoba menolong dengan melemparkan tali, namun derasnya arus Sungai Petanu membuat upaya tersebut gagal.

Laporan resmi korban terseret arus diterima oleh pihak berwajib dan BPBD Kabupaten Gianyar ​Pukul 22.00 WITA. ​Merespons laporan tersebut, Kapolsek Sukawati, Kompol I Nyoman Wiranata, S.H. bersama tim gabungan dari Polsek Sukawati dan BPBD Kabupaten Gianyar langsung terjun ke lokasi.

Baca juga:  Tergerus Air Sungai, Rumah Warga Pesinggahan Terancam Ambruk

Mengingat medan yang sulit dan arus yang sangat kuat di sisi barat, tim penyelamat memutuskan untuk melakukan evakuasi memutar melalui wilayah Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, guna menjangkau posisi korban. ​”Setelah proses yang cukup intens, pukul 23.30 WITA korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Kompol Wiranata.

​Pascaevakuasi, Dewa Putu Sugiarta segera dilarikan ke RS Sanjiwani Gianyar. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi fisik korban setelah berjuang melawan arus sungai selama beberapa jam.

Baca juga:  Tabrak Tembok Pembatas di Sirkuit Landih, Pemuda Asal Badung Tewas

​Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. Masyarakat diharapkan mengecek debit air, terutama saat cuaca ekstrem atau hujan deras di hulu, sebelum beraktivitas di sungai serta menghindari penyeberangan sungai tanpa alat pengaman yang memadai. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN