Kegiatan sosialisasi pupuk organik berbasis teknologi nano digelar di Subak Sembung, Denpasar Utara, Kamis (5/2).(BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penggunaan pupuk organik menjadi salah satu upaya untuk mendukung pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal tersebut terus di dorong para petani di Denpasar. Salah satunya melalui sosialisasi penggunaan pupuk organik berbasis teknologi nano yang digelar di Subak Sembung, Denpasar Utara, Kamis (5/2)

Kegiatan ini melibatkan perwakilan petani, pekaseh se-Kota Denpasar, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta unsur pemerintah provinsi dan pusat.

Chief Marketing Officer (CMO) Wikinara, Firman Apandi menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan mengenalkan pupuk organik berteknologi nano sebagai inovasi baru dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, teknologi nano memungkinkan unsur hara pada pupuk terserap lebih efisien oleh tanaman, sehingga kebutuhan pupuk dapat ditekan dan hasil panen menjadi lebih optimal.

Baca juga:  Dukung Pembiayaan Petani, BRI Kolaborasi dengan Syngenta Indonesia

Lebih lanjut disampaikan, kerja sama ini akan diimplementasikan melalui demonstration plot (demplot) di tujuh subak dengan luasan masing-masing sekitar 10 are. “Kami berharap dukungan dari Dinas Pertanian Kota Denpasar, sehingga tujuan penerapan teknologi nano ini dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan,” ungkap Firman Apandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, A.A. Gde Bayu Brahmasta, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya transformasi pertanian menuju sistem yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca juga:  Kredit Pertanian BRI Tembus Rp 117,54 Triliun

“Harapannya, selain meningkatkan efisiensi pemupukan, penggunaan pupuk organik juga mampu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah dalam jangka panjang,” ujarnya.

Antusiasme tampak dari para petani Subak Sembung yang mengikuti kegiatan ini. Mereka menilai sosialisasi tersebut memberikan wawasan baru terkait teknologi pertanian modern yang dapat diterapkan langsung di lahan sawah. Melalui peran aktif PPL, petani diharapkan mampu memahami cara penggunaan pupuk organik nano secara tepat serta mengadopsinya secara bertahap dalam kegiatan budidaya.

Baca juga:  Begini, Proyeksi Ketersediaan Pangan Bali Hingga Akhir Tahun 2020

“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani semakin kuat dalam mendorong inovasi pertanian, meningkatkan hasil produksi, serta mendukung ketahanan pangan daerah,” imbuh Bayu Brahmasta. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN