Wisatawan mancanegara mencari transportasi saat tiba di Pelabuhan Sanur, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mengalami lonjakan signifikan pada Desember 2025. Sebanyak 572.668 wisman tercatat datang langsung ke Bali, meningkat 18,48 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) dibandingkan November 2025.

Made Agus Adnyana, Fungsional Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali di Denpasar mengatakan, mayoritas wisman masuk melalui pintu udara dengan total 558.790 kunjungan, sementara 13.878 wisman tercatat masuk melalui jalur laut. Lonjakan ini menegaskan kuatnya Bali sebagai destinasi utama pariwisata internasional di akhir tahun.

Berdasarkan kebangsaan, wisman asal Australia masih mendominasi kedatangan dengan 140.987 kunjungan. Disusul India sebanyak 57.263 kunjungan, Tiongkok 37.455 kunjungan, Singapura 32.480 kunjungan, dan Korea Selatan 25.199 kunjungan. Dari sepuluh besar negara asal wisman, Singapura mencatat pertumbuhan tertinggi, melonjak 101,79 persen (m-to-m).

Baca juga:  Gubernur Koster Ajak Pegawai BPD Bali Gunakan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai

“Secara kumulatif, sepanjang Januari–Desember 2025, Bali menerima 6.948.754 kunjungan wisman, tumbuh 9,72 persen dibandingkan tahun 2024. Australia tetap menjadi pasar utama dengan total 1.628.459 kunjungan sepanjang tahun 2025,” katanya.

Namun, peningkatan jumlah wisman tersebut belum sepenuhnya tercermin pada kinerja perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali pada Desember 2025 tercatat 60,88 persen, naik 2,91 persen poin (m-to-m) dibandingkan November 2025. Meski demikian, secara tahunan TPK hotel berbintang justru turun 2,83 persen poin (y-on-y), dengan penurunan terdalam terjadi pada hotel bintang satu sebesar 9,46 persen poin.

Baca juga:  Hino Perluas Jangkauan Layanan di Bali, Resmikan Outlet Baru di Singaraja

Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Desember 2025 tercatat 2,91 malam, sedikit menurun dibandingkan November 2025. Tamu asing tercatat menginap lebih lama, yakni 3,21 malam, sementara tamu domestik 2,48 malam. Secara tahunan, rata-rata lama menginap justru meningkat 0,23 poin dibandingkan Desember 2024.

Sementara itu, TPK hotel non bintang tercatat 39,61 persen, relatif stabil secara bulanan, namun turun 4,54 persen poin secara tahunan. Rata-rata lama menginap di hotel non bintang tercatat 2,46 malam, dengan tamu asing juga mendominasi durasi tinggal dibandingkan tamu domestik.

Baca juga:  Ribuan Warga Saksikan Prosesi Palebon Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh

Ia mengatakan, secara gabungan antara hotel berbintang dan non bintang, TPK Provinsi Bali pada Desember 2025 mencapai 52,25 persen. Kabupaten Badung mencatat tingkat hunian tertinggi sebesar 61,00 persen, sementara Kabupaten Jembrana terendah dengan 21,71 persen. Penurunan terdalam secara bulanan terjadi di Kabupaten Karangasem, turun 3,86 persen poin. (Suardika/balipost)

BAGIKAN