
DENPASAR, BALIPOST.com – Bali memiliki peluang besar dalam menggarap industri kopi. Tak hanya dikarenakan produksi kopi yang cukup besar, ekosistem industri ini pun sudah cukup matang sehingga mampu menggerakkan perekonomian Bali. Demikian disampaikan anggota DPR RI dari Bali, I Gde Sumarjaya Linggih ditemui di sela-sela Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026 di Denpasar, Sabtu (31/1).
Dikutip dari data BPS, Bali adalah daerah penghasil kopi terbesar kesepuluh di Indonesia dengan sekitar 71.857 petani kecil. Kabupaten Tabanan, tempat produksi kopi terbesar dengan jumlah petani mencapai 17.387 orang. Pada 2024, jumlah produksi kopi di Bali mencapai 9.922 ton.
Menurut Sumarjaya Linggih, Bali memiliki keunggulan alam berupa dataran rendah hingga dataran tinggi serta sinar matahari sepanjang tahun yang sangat mendukung pengembangan tanaman kopi, berbeda dengan sejumlah negara lain yang terkendala musim dingin. “Potensi kopi kita luar biasa. Ini karunia alam yang harus dimanfaatkan dengan baik. Kalau barangnya bagus, peminatnya pasti meningkat,” kata Ketua DPD I Golkar Bali ini.
Ia juga menyoroti pesatnya pertumbuhan kedai kopi di Bali dalam beberapa tahun terakhir yang dinilainya membawa manfaat bagi sektor pertanian dan bisnis. Ia berharap ruang-ruang kopi tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga wadah diskusi bisnis dan penguatan jejaring. “Saya berharap energi kita tidak hanya habis bicara politik, tapi juga bicara bisnis dan networking di tempat-tempat kopi,” ujarnya.
Menurut pria yang akrab disapa Demer ini, tren konsumsi kopi dunia yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi generasi muda Bali. Selain mendukung pariwisata, kopi juga berperan penting dalam mendorong sektor pertanian, bisnis, dan penyerapan tenaga kerja.
“Kopi bukan hanya minumannya, tapi ekosistemnya. Dari petani, pengusaha, barista, sampai pariwisata. Bali punya dataran rendah hingga dataran tinggi, matahari sepanjang tahun, ini karunia Tuhan yang harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Ia mengatakan pihaknya menggelar kejuaraan cup tasters sebagai ajang pencarian dan pembinaan talenta muda di dunia kopi. Denpasar dipilih sebagai titik awal kompetisi yang akan bergulir ke seluruh kabupaten/kota se-Bali ini.
Acara digelar di Kantor DPD Partai Golkar Bali selama 2 hari, Yaitu Sabtu (31/1 dan Minggu (1/2).
Diharapkan, lewat kompetisi ini muncul barista dan cup tester Bali yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional. “Ini adalah ajang mencari bakat-bakat barista Bali untuk ke depannya menjadi duta-duta kopi Bali di tingkat nasional maupun internasional. Harapan saya, anak-anak muda ini punya keahlian yang membuat mereka bisa bekerja di mana pun di seluruh dunia,” tegasnya.
Terkait tindak lanjut kompetisi, ia memastikan para pemenang akan mendapat pendampingan, termasuk peluang kerja sama bisnis dan akses permodalan. “Kalau sudah ada pemenang, pasti kita dampingi. Soal permodalan sekarang relatif mudah lewat KUR, asal punya niat dan kapabilitas,” tambahnya.
Sementara itu, Kiki, selaku Koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa kompetisi ini mengacu pada standar nasional. “Setelah juara dari tiap kabupaten/kota, nanti akan dikumpulkan di tingkat provinsi. Juara 1, 2, dan 3 akan kami kirim mewakili Bali ke kompetisi regional, nasional, bahkan internasional,” jelas Kiki.
Untuk seri Denpasar, tercatat 32 peserta mengikuti lomba dengan tiga babak, yakni preliminary, semi-final, dan final. Peserta berasal dari kalangan umum, meski mayoritas merupakan barista yang telah berkecimpung di dunia kopi. “Skill utama cup tester itu sensory, kecepatan, ketepatan, dan mental. Jago rasa saja belum cukup kalau mentalnya drop di atas panggung,” ujarnya.
Kiki juga menyebutkan bahwa kopi yang digunakan dalam kompetisi ini berasal dari kopi lokal Bali sebagai bentuk dukungan terhadap petani dan prosesor kopi daerah. (Ketut Winata/balipost)










