Suasana kuliah umum yang mendatangkan 3 guru besar dari Korea Selatan di Primakara University, Selasa (27/1). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tiga profesor asal Korea Selatan berkunjung ke Bali pada Selasa (27/1). Ketiganya mengangkat beragam tema dalam kuliah umumnya, dari pentingnya biometrik berdasarkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam keamanan data dan identitas digital hingga kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi.

Dalam pemaparannya di Primakara University, Prof. Han Jae Ho, Ph.D., Full Professor dari Department of Brain and Cognitive Engineering, Korea University membahas topik pengenalan Biometrik AI. Ia menilai hal ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, khususnya di bidang keamanan data dan identitas digital.

Baca juga:  Tingkatkan Keselamatan Kerja, Puluhan Life Jacket Dibagikan pada Nelayan Kota Denpasar

Pengenalan biometrik menjadi sebuah layanan yang makin banyak digunakan dalam pengamanan data digital dewasa ini. Terbaru, Indonesia mulai menerapkan registrasi nomor seluler berbasis biometrik untuk menekan penipuan online yang semakin meresahkan masyarakat. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026.

Melalui sistem yang berlaku sejak 27 Januari 2026 ini, pendaftaran kartu SIM menggunakan verifikasi wajah yang terhubung dengan NIK. Langkah ini menutup ruang penggunaan nomor sekali pakai yang sering dipakai untuk scam, phishing, dan penyalahgunaan OTP.

Baca juga:  A Holiday Designed for the Royals at Rumah Luwih

Sementara itu, Prof. Park Si Hyun, Ph.D. dari Department of Electronic Engineering, Yeungnam University. Pakar di bidang Semiconductor Display sekaligus anggota Global Future Higher Education Association membawakan materi terkait pentingnya tiga tiga pilar utama kesuksesan bagi calon pemimpin masa depan, yakni mimpi, rencana, dan upaya sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan global.

Sedangkan, Prof. Lee Sun Hee, Ph.D. dari Seoul National University of Science & Technology yang merupakan pakar di bidang Electronic Circuit/Acoustic Design sekaligus representatif Global Future Higher Education Association menekankan pentingnya kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi.

Baca juga:  Ricky Putra, CHA Appointed as Corporate General Manager Santrian Resort and Villa

Rektor Primakara University, Dr. I Made Artana, S.Kom., M.M., mengungkapkan rasa bangganya atas kunjungan para profesor tersebut. Ia mengatakan, kuliah umum ini sangat relevan dengan kebutuhan dan tantangan zaman.

“Materi yang disampaikan sangat kontekstual dengan perkembangan dunia teknologi dan kepemimpinan saat ini,” ujar Rektor Artana.

Ia menyebut kerja sama ini merupakan hasil diskusi dengan Korean Centre Global Network (KCGN). Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin mempererat hubungan dan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN