
AMLAPURA, BALIPOST.com – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Diana Kusumastiti meninjau proyek pembangunan Sekolah Rakyat Bali di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, pada Sabtu (24/1). Dalam peninjauan tersebut, Kusumastiti menekankan proyek bernilai ratusan miliar rupiah itu tidak hanya harus selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi mutu konstruksi dan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Kusumastiti mengatakan, proyek yang berdiri di atas lahan seluas 5,67 hektare tersebut menelan anggaran Rp255,5 miliar dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Sekolah ini dirancang untuk menampung 1.008 siswa. Namun hingga kini, progres fisik pembangunan baru mencapai sekitar 2 persen. “Ini proyek pendidikan jangka panjang. Pengerjaan harus benar sejak awal. Kualitas bangunan tidak boleh dikompromikan agar aman, awet, dan nyaman digunakan,” ucap Diana Kusumastiti.
Menurut Kusumastiti, pemerintah menargetkan percepatan pekerjaan sehingga sebelum Hari Raya Idulfitri progres pembangunan bisa mencapai 30 persen. Proyek ini dikerjakan oleh PT Jaya Konstruksi dengan melibatkan sekitar 180 tenaga kerja. “Selain struktur bangunan, juga harus memperhatikan aspek lingkungan, mengingatkan agar pembangunan tidak mengorbankan seluruh vegetasi di kawasan proyek. Jadi, Lingkungan harus dijaga. Jangan semua pohon ditebang. Lakukan penanaman pohon endemik, seperti intaran, agar kawasan sekolah tetap hijau dan sejuk,” katanya.
Selain itu, jelas Diana Kusumastiti, pihaknya juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari ketersediaan air bersih hingga sistem pengelolaan sampah. Fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) diminta direncanakan sejak awal agar operasional sekolah kelak berjalan optimal. “Air harus mencukupi karena akan digunakan oleh banyak siswa. TPST juga harus disiapkan dengan matang supaya pengelolaannya berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Karangasem. Dan ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal proyek strategis nasional tersebut.
“Kunjungan ini menjadi penguat bagi kami di daerah. Saya juga menekankan kepada rekanan agar proyek ini dikerjakan tepat waktu dan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan,” ujar Bupati Parwata. Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat Bali dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah timur Pulau Bali. (Eka Prananda/balipost)










