Petugas mendatangi TKP longsor mengakibatkan dua orang meninggal di Jalan Alas Arum, Banjar Mekar Sari, Desa Ungasan, Kuta Selatan. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Senderan proyek penataan lahan di Jalan Alas Arum, Desa Ungasan, Kuta Selatan (Kutsel), Jumat (23/1), longsor dan menyebabkan 2 orang tewas.

Senderan tebing proyek tepatnya utara jembatan Bali Cliff, longsor dan menimpa buruh yang bekerja di sana. Shohibul Hasan (24) asal Kecamatan Banyuanyar, Jawa Tengah, meninggal di TKP. Sedangkan pekerja berinisial FY (14) asal Jember, Jawa Timur, meninggal di RS Bali Jimbaran.

Sementara korban selamat yaitu Mohammad Waki (19) asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dan Joko Sambang (48) asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adhy Saputra Jaya, lahan tersebut milik Gusti Made Kadiana (61). Kronologinya, pada pukul 10.30 WITA, para buruh proyek sedang bekerja membuat pondasi cakar ayam di bagian utara proyek pembangunan jalan di area tebing. Saat sedang bekerja, terdengar suara reruntuhan senderan tebing yang berasal dari arah atas sungai kering.

Baca juga:  Dua Desa Ini Terisolir, Akses Darat Tertutup Material Longsor

“Mengetahui hal tersebut, para pekerja tersebut mendekati lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan. Sesampainya di lokasi, diketahui senderan penahan jalan telah roboh dan menimpa beberapa pekerja,” ujarnya.

Para buruh tersebut menolong rekannya yang tertimbun reruntuhan, di antaranya Joko yang tertimbun pada kaki hingga pinggang dan FY tertimpa batu hingga mengalami luka memar pada bagian wajah, dada, serta mengeluarkan darah dari telinga.

FY langsung diberikan pertolongan dan dibawa ke RS Bali Jimbaran untuk mendapatkan perawatan medis. Namun setelah dilakukan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga:  Sinergi untuk Lestari, Perubahan Besar Dimulai dari yang Kecil

Dari keterangan Heru Irfan Syah (42), operator alat berat, saat kerja di ujung lahan ia mendengar ada reruntuhan. Selanjutnya Heru melihat ada seorang yang sedang melambaikan tangan butuh pertolongan.

Ia langsung ke sana dan berusaha menolong menggunakan ekskavator. “Saksi (Heru) melihat seorang laki-laki dengan kondisi tertimbun setengah badan pada bagian kaki sambil teriak minta tolong,” ucapnya.

Sementara Mohammad Sofyan menyampaikan pada pukul 09.30 WITA sedang bekerja di bagian bawah bersama lima orang lainnya untuk melakukan pemasangan batu. Berselang beberapa saat kemudian, ia mendengar suara longsor dari arah atas, yang saat itu terdapat tiga orang pekerja sedang membuat adukan bahan menggunakan molen.

Baca juga:  Badung Siapkan Program Bus Gratis Serangkaian IBTK di Besakih

Setelah mendengar suara tersebut, Sofyan langsung menyelamatkan diri. Setelah longsor berhenti, Sofyan lari ke arah atas dengan maksud untuk menolong para korban.

Namun di bawah, dua rekan kerjanya meminta bantuan karena terjebak reruntuhan longsor. “TKP merupakan proyek penataan lahan. Area lahan tersebut sebagian besar batu kapur. Longsoran tersebut merupakan senderan tebing yang posisinya berbentuk tebing,” kata mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini.

Tim Basarnas Bali berhasil menemukan korban pukul 14.40 dan dievakuasi pada pukul 15.00 WITA menggunakan alat berat. Saat ini kedua korban meninggal berada di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN