Salah satu rumah warga di Desa Sidakarya yang terdampak angin puting beliung. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dampak angin puting beliung yang menerjang empat wilayah di Denpasar yakni Sanur Kauh, Sidakarya, Sesetan, dan Kesiman telah didata dan pemberian bantuan masih dalam tahap verifikasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat ditemui Kamis (22/1).

Ia mengatakan, mitigasi bencana sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya berdasarkan informasi dari BMKG. Seperti halnya perompesan pepohonan yang dilakukan disepanjang jalan Kota Denpasar.

Baca juga:  Anggota DPR RI Soroti Kebakaran Gudang Elpiji di Jalan Cargo, Minta Polisi Usut Tuntas

Meski demikian, cukup banyak warga yang terdampak puting beliung pada Rabu (21/1) dini hari. Untuk itu, pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan untuk mendata dan kini sedang dalam tahap verifikasi.

“Yang terdampak cukup banyak, pada kos-kosan dan ada juga pura (palinggih) dan atap mobil serta beberapa sewa rumah. Khusus untuk yang di Kesiman, itu kan ngontrak dan rumah (pengganti) tidak siap. Kita sudah carikan kos-kosan biar layak untuk istirahat sambil menunggu perbaikan,” katanya.

Baca juga:  Soal Donasi 2,5 Juta Dolar dari Timor Leste, Koster Angkat Bicara

Lebih lanjut dikatakan Jaya Negara, beberapa program perbaikan rumah warga yang rusak sudah disiapkan, sembari menunggu verifikasi. “Kalau untuk kos-kosan kan sifatnya dengan tuan rumah. Kita perbaiki dengan pemilik kosnya,” ujar Jaya Negara.

Sementara, bantuan dasar seperti makanan dan perlengkapan tidur sudah digelontorkan kepada masyarakat terdampak. Terkait hujan dan angin kencang yang masih akan terjadi hingga akhir Januari, Jaya Negara mengatakan, pihaknya sudah merapatkan BPBD hingga desa/kelurahan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaaan terutama hingga akhir Januari ini.

Baca juga:  Klungkung Waspada Longsor di Puluhan Desa

Masyarakat diimbau tidak bepergian jika tidak penting, termasuk agar memarkir kendaraan menghindari pepohonan. “Dari sisi penanganan, kita juga sudah siapkan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN