
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat disertai angin kencang pada Rabu (21/1), mengakibatkan bencana alam di wilayah Kecamatan Nusa Penida. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan dua pura di Banjar Prapat, Desa Ped dan Banjar Penida, Desa Sakti, mengalami kerusakan.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, S.H. menjelaskan, bukit longsor terjadi di Banjar Penida, tepatnya sebelah Pura Ulun Danu. Longsor disebabkan oleh hujan deras yang terjadi sejak Selasa (20/1) sore. Material longsoran menimpa area pura sehingga sebagian besar palinggih mengalami rusak berat.
“Tidak ada korban jiwa atau luka. Kejadian ini mengakibatkan kerugian sekitar Rp1 miliar,” ujarnya.
Iptu Dewa Alit mengatakan, untuk bencana alam di wilayah Banjar Prapat, Desa Ped, mengakibatkan Pura Segara dan dua rumah warga rusak parah. “Kejadiannya pukul 02.30 Wita,” tegasnya.
Empat palinggih di Pura Segara roboh akibat tanah longsor. Kerugian diperkirakan Rp250 juta. Sedangkan rumah warga rusak akibat bencana alam adalah milik I Ketut Roni (30) dan I Ketut Warta (46). Warga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa setempat dan dilakukan koordinasi lanjutan guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan.
“Pemilik rumah terbangun dari tidur dan langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat merasakan ada pergerakan tanah di sekitar lokasi kejadian. Untuk kerugian bencana alam di wilayah Banjar Prapat kerugiannya diperkirakan Rp295 juta,” ungkapnya. (Kerta Negara/balipost)










