Tim SAR membuka kantong berisi serpihan yang diduga bagian dari pesawat ATR 42-500 di posko aju Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). (BP/Antara)

MAROS, BALIPOST.com – Basarnas berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang ditemukan jatuh dalam jurang berkedalaman sekitar 200 meter di kawasan Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, Minggu.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa korban ditemukan pada pukul 14.20 WITA pada koordinat 04°54’44” LS dan 119°44’48” BT.

“Di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter, saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” katanya dikuto dari Kantor Berita Antara.

Kepala Kantor SAR Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengkonfirmasi bahwa korban dengan jenis kelamin laki-laki tersebut berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang dievakuasi menggunakan rangkaian tali-temali berteknik vertikal rescue melalui jalur pendakian untuk kemudian diidentifikasi lebih lanjut di posko utama.

Selain penemuan korban, Basarnas juga menyampaikan bahwa tim petugas menemukan sejumlah serpihan pesawat lainnya yang berupa bagian rangka dan kursi.

Operasi SAR dinyatakan masih berlangsung dengan mempertimbangkan medan yang curam pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, serta kondisi cuaca yang cepat berubah.

Baca juga:  Karena Ini, 103 WNA Ditangkap di Tabanan Tak Bisa Diproses Pidana

Basarnas masih bekerja untuk mencari dan mengevakuasi para penumpang beserta awak pesawat yang menjadi korban dengan melakukan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi temuan.

Operasi SAR tersebut melibatkan sekitar 376 personel tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri serta unsur potensi SAR lainnya, termasuk organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala).

Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT sebelumnya dilaporkan hilang kontak dan ditemukan pada Minggu pagi.

Berdasarkan data manifest penerbangan yang diperbaharui, pesawat ATR tersebut mengangkut 10 orang, termasuk awak pesawat.

Di dalamnya terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan selaku analis kapal pengawas, Deden Mulyana sebagai pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal sebagai operator foto udara.

 

Serpihan badan pesawat ATR 42-500 telah ditemukan sejak pencarian pada Minggu pagi dengan menurunkan tim darat dan Udara. Tim Aju membawa drone telah dikerahkan pada pukul 06.15 WITA, disusul tim lain menggunakan helikopter melalui udara.

Baca juga:  Cuaca Buruk Ganggu Penyeberangan di Padangbai

Dari hasil penyisiran melalui udara, akhirnya ditemukan berupa serpihan kecil sebagai penemuan awal pada pukul 07.46 WITA berupa bagian jendela dari pesawat ATR yang dilaporkan hilang sejak kemarin.

“Dan pada pukul 07.49 WITA, informasi yang diterima dari tim ditemukan lagi serpihan berukuran besar diduga badan pesawat dan ekor pesawat (badan pesawat terpisah),” tutur Andi Sultan.

Penemuan pesawat tersebut, kata dia, posisinya berada di lereng bagian selatan Gunung Bulusaraung, atau terletak pada bagian bawah lereng. Tetapi, bila dilihat dari puncak gunung, posisi badan pesawat berada di sisi utara.

Jarak lokasi temuan serpihan pesawat naas tersebut diperkirakan sekitar 1,5 kilometer dari titik awal pencarian. Atas penemuan itu, tim Aju dikerahkan menuju badan pesawat, tetapi masih terkendala medan yang cukup sulit.

“Informasinya akses ke lokasi penemuan badan pesawat itu cukup terjal serta jaraknya jauh. Kami tentu harus menghitung betul faktor keselamatan personel kita sebelum melaksanakan evakuasi,” paparnya.

Baca juga:  Ini, 6 Risiko Kesehatan Gunakan Kipas Angin Saat Tidur

Sebelumnya, berdasarkan data pergerakan di lapangan, pada pukul 07.46 WITA, tim SAR menemukan serpihan berupa bagian window pesawat dalam kondisi kecil di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung Kabupaten Maros-Pangkep.

Informasinya juga ditemukan bagian badan pesawat berukuran besar, bagian puntak pesawat telah terbuka serta ditemukan bagian ekor pesawat yang berada di sebelah selatan lereng bawah lokasi kejadian. Serpihan ditemukan tim udara dan darat.

Pesawat ATR itu diketahui menerbangi rute Yogyakarta menuju Kota Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) pukul 13.17 WITA pada titik koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT di wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulsaraung Kabupaten Maros-Pangkep.

Operasi SAR melibatkan unsur dari Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, BPBD, serta dukungan masyarakat setempat. Saat ini, operasi SAR pencarian korban masih berlangsung. (kmb/balipost)

BAGIKAN