Anak Agung Wibawa Putra. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Perseroda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) dipastikan belum dapat memberikan kontribusi dividen kepada pemerintah daerah pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh kondisi laporan keuangan perusahaan yang masih mencatatkan kerugian akibat beban utang.

Direktur Perseroda BMB, Anak Agung Wibawa Putra, mengungkapkan bahwa kondisi keuangan perusahaan masih tercatat rugi dalam laporan keuangan. Sesuai PP Nomor 54 Tahun 2017, perusahaan yang merugi dilarang membagikan dividen.

Dia mengatakan, sejak dirinya duduk di perusahaan ini, Perseroda BMB sudah dalam posisi rugi. Operasional lebih tinggi dari pendapatan dan banyak utang lama yang belum dibayar. Saat ini pihaknya masih dalam upaya memulihkan operasional perusahaan. “Sekarang fokus kami adalah membenahi itu semua,” ujar Agung Wibawa.

Baca juga:  Diduga Disambar Petir, Vila Milik Warga Australia di Batu Belig Terbakar

Selain beban utang, minimnya penyertaan modal dari pemerintah daerah menjadi faktor penghambat perkembangan usaha. Dari target modal dasar sebesar Rp21 miliar sesuai perda, pemda baru mengucurkan Rp1 miliar di tahun 2025.

Untuk memulihkan kesehatan keuangan, Perseroda BMB kini terus mengembangkan unit usaha. Saat ini unit usaha yang dikelola yakni PLTS, pengelolaan pasar dan parkir. Terbaru, Perseroda BMB mengembangkan unit usaha baru yaitu jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing) yang dimulai tahun 2026.

Baca juga:  Pujawali di Pura Pasar Agung Digelar 3 Hari, Ini Rangkaian Acaranya

Dia menjelaskan bahwa unit bisnis ini dipilih karena minim modal namun memiliki peluang besar seiring perubahan regulasi daerah. Saat ini, posisi seperti sopir dan tenaga kebersihan (cleaning service) di instansi pemerintahan tidak lagi menggunakan sistem tenaga kontrak langsung, melainkan harus melalui pihak ketiga atau vendor.

Sebagai langkah awal, Perseroda BMB saat ini telah berhasil mendapatkan kontrak melalui e-katalog untuk pengadaan jasa kebersihan gedung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Bangli. “Kami sudah mulai. Untuk tahap awal, ada empat orang tenaga kebersihan yang bertugas di MPP selama satu tahun ke depan,” ujarnya.

Baca juga:  Rencana Kapal Pesiar di Danau Batur, DPRD Bangli Minta Klarifikasi BMB

Dalam proses perekrutan, Perseroda BMB memanfaatkan media sosial lokal untuk menjaring calon karyawan. Agung Wibawa menegaskan bahwa selain mengejar profit, pihaknya juga ingin menyerap tenaga kerja asal Kabupaten Bangli. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN