Bupati Gianyar, Made Mahayastra.(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar kembali menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan bantuan dana hibah bagi pembuatan ogoh-ogoh pada perayaan Nyepi tahun ini. Kebijakan ini diambil bukan karena kendala anggaran, melainkan sebagai langkah strategis dalam membentuk karakter dan kemandirian generasi muda di Gianyar.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Minggu (18/1), menyatakan bahwa selama masa jabatannya, ia sengaja tidak mengalokasikan dana tersebut agar para pemuda yang tergabung dalam Sekaa Teruna-Teruni (STT) memiliki pengalaman berorganisasi yang nyata.

Menurut Mahayastra, proses pembuatan ogoh-ogoh merupakan ruang kreativitas sekaligus ujian tanggung jawab bagi anak muda. Dengan tidak adanya bantuan dana instan dari pemerintah, para pemuda dituntut untuk bergerak mandiri.

Baca juga:  Pilgub Bali 2024, Dua Nama Ini Kandidat Kuat Dampingi Koster

“Kami ingin membentuk karakter anak muda yang bertanggung jawab. Mulai dari pencarian dana hingga proses pengerjaan dilakukan secara mandiri, mencari sumbangan ke rumah-rumah atau tempat usaha secara gotong-royong,” ujar Mahayastra.

Ia menambahkan bahwa pengalaman mencari dana secara swadaya justru memberikan kepuasan tersendiri dan mempererat ikatan antar anggota pemuda. Ia ingin generasi sekarang merasakan proses perjuangan yang sama seperti yang ia rasakan saat menjadi anggota pemuda dulu.

Baca juga:  Generasi Muda Harus Mampu Tumbuhkan Keterampilan Berpikir

Meski membebaskan STT untuk mencari dana secara mandiri, Bupati Mahayastra memberikan catatan penting. Ia mengimbau agar proses penggalangan dana dilakukan dengan cara-cara yang santun dan elegan. Dilarang keras melakukan tekanan atau kekerasan saat meminta sumbangan. Seluruh aksi penggalangan dana harus tetap mengedepankan etika dan kesantunan.

Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi pemuda saat terjun ke organisasi yang lebih besar di masa depan. Terkait izin pembuatan, Pemkab Gianyar memastikan tidak ada larangan wilayah untuk membuat ogoh-ogoh karena situasi daerah yang dinilai kondusif dan aman. Namun, Bupati menekankan beberapa batasan terkait konten ogoh-ogoh itu sendiri. Wujud ogoh-ogoh harus mencerminkan sosok bhuta kala sesuai tradisi Nyepi.

Baca juga:  Era Globalisasi, Pemuda Harus Miliki Jiwa Kepemimpinan, Cerdas, Kreatif, dan Inovatif

Karya seni tidak boleh mengandung unsur yang menyinggung suku, agama, ras, maupun unsur pornografi. Tidak boleh ada unsur yang menyakiti atau menghina pihak lain. “Gianyar kondusif, silakan berkreasi, Tapi ingat, jangan memanjakan diri dengan bantuan, carilah pengalaman lewat kemandirian,” pungkas Ketua DPC PDI-P Gianyar tersebut.(Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN