
SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang pelajar berusia 16 tahun diduga nyaris menjadi korban penyimpangan seksual oleh pria yang tidak dikenal. Bahkan pelajar itu juga sempat dipukul lantaran menolak ajakan itu.
Peristiwa itu terjadi di sebuah kos-kosan Jalan Pulau Komodo, Kelurahan Banyuning, pada Selasa (13/1) malam.
Kanit IV PPA dan Tipidter Sat Reskrim Polres Buleleng, Iptu Agus Fajar Gumelar dikonfirmasi Kamis (15/1) mengatakan korban berinsial PE merupakan seorang laki-laki.
Saat kejadian, ia baru saja pulang dari rumah sakit, usai menjenguk kakeknya. Setibanya di perempatan lampu merah wilayah Kelurahan Banyuning, korban tiba-tiba dihampiri seorang pria yang tidak dikenal.
Pria tersebut kemudian mengajak korban untuk datang ke tempat kosnya dengan dalih meminta pertolongan. Karena merasa iba, korban pun mengikuti ajakan terlapor.
Setibanya di dalam kamar kos, terlapor langsung mengambil ponsel milik korban, dan menunjukan pesan singkat berisi ajakan melakukan penyimpangan seksual. “Terlapor merupakan seorang tunawicara. Korban juga sempat diiming-imingi uang. Namun ajakan itu ditolak oleh korban,” kata Iptu Fajar.
Korban kemudian berusaha meninggalkan kamar kos tersebut. Namun situasi berubah menjadi tindak kekerasan. Terlapor diduga langsung merampas dan melempar ponsel korban hingga rusak.
Terlapor juga sempat menahan lengan korban dan melakukan pemukulan ke arah wajah hingga mengakibatkan korban mengalami pendarahan di bagian hidung. Tidak berhenti di situ, terlapor juga kembali melakukan pemukulan secara berulang ke bagian kepala korban.
“Korban sempat berteriak minta tolong, namun tidak ada warga yang melintas di sekitar lokasi kos tersebut. Akhirnya ia berhasil melarikan diri, kemudian peristiwa jtu dilaporkan oleh orangtua korban ke Polres Buleleng,” jelas Iptu Fajar.
Lebih lanjut Iptu Fajar mengaku masih mendalami laporan tersebut, termasuk mencari tahu identitas terduga pelaku. “Laporan ini masih kami selidiki. Korban juga masih dimintai keterangan,” tandasnya. (Nyoman Yudha/balipost)










