Salah satu potret bencana di Kabupaten Buleleng. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng, sejak Minggu (11/1) hingga Rabu (14/1), memicu puluhan bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat, selama tiga hari terakhir terjadi sebanyak 40 kejadian bencana dengan dampak yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, dikonfirmasi Rabu (14/1), menjelaskan, bencana yang paling banyak terjadi adalah tanah longsor. Berdasarkan data BPBD, longsor tercatat terjadi di 23 titik yang tersebar di Kecamatan Tejakula, Sawan, Sukasada, Banjar, dan Busungbiu.

Selain longsor, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di sembilan titik, masing-masing di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Buleleng, Seririt, Busungbiu, dan Sawan. Sementara itu, banjir tercatat terjadi di satu titik, yakni di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.

Baca juga:  Terseret Arus Saat Mandi di Pantai Gumicik, Lansia Meninggal

BPBD Buleleng juga mencatat adanya jalan jebol di tiga titik yang tersebar di Kecamatan Sukasada, Seririt, dan Banjar. Sedangkan senderan jebol terjadi di tiga titik, masing-masing di Kecamatan Sawan, Sukasada, dan Busungbiu.

Tak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, bencana akibat hujan deras ini juga menelan korban jiwa. Peristiwa orang hanyut terjadi di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, yang menimpa seorang pensiunan pegawai Pemkab Buleleng, Made Serina (59), hingga meninggal dunia.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Kerugian Bencana di Klungkung Capai Rp1,96 Miliar

“Selama tiga hari ini, tercatat ada 40 kejadian bencana. Untuk total kerugian yang ditimbulkan masih dalam tahap asesmen,” ujar Suyasa.

Lebih lanjut, Suyasa menyampaikan bahwa sebagian besar korban bencana telah menerima bantuan logistik yang disalurkan BPBD Buleleng bekerja sama dengan BPBD Provinsi Bali. Bantuan tersebut berupa sembako, terpal, matras, dan selimut. Selain itu, material longsor, banjir, dan pohon tumbang telah selesai dibersihkan melalui kerja sama lintas instansi dan para pemangku kepentingan terkait.

Untuk penanganan fasilitas pendidikan yang terdampak, seperti di SDN 3 Gitgit, BPBD Buleleng baru memberikan bantuan berupa terpal guna mencegah longsor meluas. “Untuk perbaikan gedung sekolah menjadi kewenangan Disdikpora. Begitu juga dengan jalan jebol, itu menjadi kewenangan Dinas PUTR,” jelasnya.

Baca juga:  Garut Diguncang Gempa Magnitudo 6,5, BPBD Laporkan Puluhan Rumah Rusak

Sementara itu, bagi rumah warga maupun fasilitas umum yang mengalami kerusakan, Suyasa menyebut bantuan perbaikan dapat diajukan ke BPBD Buleleng. “Bantuan akan diberikan berdasarkan hasil penilaian tim. Akan dikaji terlebih dahulu sesuai jenis kerusakannya. Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) direncanakan cair pada triwulan pertama,” tandasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN