Dokumentasi- Warga mengarak ogoh-ogoh dalam Bhandana Bhuhkala Festival di Puspem Badung, Sabtu (15/3/2025). (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Festival Ogoh-ogoh Badung bertajuk Bhandana Bhuhkala dipastikan kembali digelar pada tahun 2026. Ajang seni budaya yang menjadi ruang ekspresi sekaa teruna ini tetap dipusatkan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Hanya saja, durasi festival kali ini dirancang empat hari.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, menyampaikan Festival Ogoh-ogoh Badung 2026 direncanakan berlangsung sebelum pelaksanaan Tawur Agung Kesanga. Meski tanggal pelaksanaan belum ditetapkan, panitia telah menyiapkan perubahan signifikan, salah satunya memperpanjang durasi festival menjadi empat hari.

“Pelaksanaannya kami rancang selama empat hari, dengan pemikiran agar konsentrasi massa itu, utamanya yang dari kalangan yang memiliki ogoh-ogoh dimaksud dapat terurai. Dibagi harinya biar tidak menjadi penumpukan penonton atau pengunjung di dua hari seperti pelaksanaan hari pertama,” ujar Eka Sudarwitha, Rabu (14/1).

Baca juga:  Tak Ada Tradisi Mengarak Ogoh-Ogoh di Desa Adat Selulung

Selain durasi, pola penilaian dan titik penampilan ogoh-ogoh juga akan diatur ulang. Pada pelaksanaan 2026, penampilan ogoh-ogoh tidak lagi terpusat di satu titik. Panitia akan menyiapkan dua hingga tiga pos penampilan di kawasan Puspem Badung.

“Untuk rute-rute daripada penampilan, itu mungkin tidak di satu titik melainkan di dua atau tiga pos di areal Puspem. Mungkin untuk pos utamanya adalah ini undangan dari pimpinan daerah dan OPD terkait. Kemudian ada pos kedua pos ketiga, di sana dinilai juga,” terang Sudarwitha.

Baca juga:  Perenang Siman Sudartawa Bersiap Pensiun Usai SEA Games 2025

Evaluasi lain yang menjadi perhatian adalah pengaturan alur penonton. Panitia akan menerapkan sistem satu arah untuk akses masuk ke Puspem Badung. Konsep ini meniru pengamanan dan rekayasa lalu lintas saat peringatan HUT Mangupura. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, panitia juga menyiapkan lebih banyak kantong parkir serta area kuliner.

“Menjelang pelaksanaan festival nanti akan terus dirapikan lagi, dicermati lagi, agar lebih nyamanlah penonton dan pengunjung nanti. Sehingga kita bisa menghasilkan event yang berkualitas dalam Festival Bhandana Bhuhkala yang kedua ini,” katanya.

Baca juga:  Ditemukan, Salon Kecantikan Jual Kosmetik Berbahaya

Sementara itu, keluhan seniman terkait kualitas tenda pada pelaksanaan perdana juga akan ditindaklanjuti. Pada Festival Ogoh-ogoh Badung 2026, panitia merencanakan penggunaan tenda yang lebih representatif dengan sistem rigging.

“Tendanya kita tingkatkan kualitasnya dan Sekaa Teruna juga kami persilakan menambahkan hiasan sesuai kreativitas masing-masing,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN