Sejumlah pekerja memilah sampah yang masuk di Pusat Daur Ulang (PDU) Kesiman Kertalangu, Denpasar. Fasilitas ini secara bertahap dioperasikan sejak Oktober 2025, dan telah mampu mengolah sampah sekitar 12 sampai 14 ton per hari.(BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pusat Daur Ulang (PDU) Kesiman Kertalangu, Denpasar, mulai beroperasi untuk mendukung pengelolaan sampah perkotaan. Fasilitas ini secara bertahap dioperasikan sejak Oktober 2025 dan kini baru mampu mengelola sampah sekitar 12–14 ton per hari.

Mandor DLHK Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Giri Putra saat ditemui di lokasi, Rabu (14/1) mengatakan, operasional PDU Kesiman Kertalangu diawali dengan pengoperasian mesin pencacah ranting pada 21 Oktober lalu. Setelah dinilai berjalan dengan baik, operasional diperluas dengan mengaktifkan mesin pencacah organik. “Untuk pencacah organik itu mulai beroperasi tanggal 8 November,” jelasnya.

Sampah yang masuk ke PDU Kesiman Kertalangu berasal dari aktivitas penyapuan kota serta pasar-pasar di wilayah Denpasar.

Baca juga:  Ulat Sampah Disulap Jadi Pakan Ternak, Sendal Bekas dijadikan Matras

Menurut Giri Putra, jenis sampah yang dikelola mencakup sampah organik dan anorganik. Tenaga kerja setempat bekerja memilah sampah langsung sebelum sampah masuk ke mesin pencacah. Meski demikian Giri Putra berharap sampah yang dibawa ke PDU sudah terpilah sehingga memudahkan dalam pengolahan.

Untuk mendukung pengolahan, PDU Kesiman Kertalangu dilengkapi berbagai mesin. Di antaranya ada tiga mesin pencacah organik, satu mesin pencacah plastik, dua mesin pencacah serabut kelapa untuk bahan pelet, dua mesin pencetak pelet, satu mesin peleleh plastik, serta empat mesin pencetak paving block. Demikian juga masih proses pemasangan mesin pengolah sampah residu.

Baca juga:  Buka IAF, Wapres Harapkan 63 Tahun Persahabatan Ditingkatkan

Dari sisi kapasitas, Giri Putra menyebut volume sampah yang diolah dipengaruhi kondisi cuaca. Seperti saat ini musim hujan membuat sampah basah yang sulit untuk diolah. Dengan itu volume sampah yang mampu diolah hanya 12 hingga 14 ton per hari. “Kalau nanti musim kemarau, sampah lebih kering, kemungkinan akan lebih banyak yang bisa diolah,” ujarnya.

Diakuinya, sampah basah yang masuk ke mesin pencacah lebih sulit untuk diolah karena berlumpur. Baik itu dalam pemilahan atapun pencacahan. Meski demikian, operasional PDU Kesiman Kertalangu diharapkan dapat terus dioptimalkan sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam mengurangi beban sampah dan meningkatkan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai guna.

Baca juga:  Dua Armada Damri Dirusak

Demikian di PDU Kesiman Kertalangu ini ada 36 tenaga yang bekerja, mulai dari pemilahan sampah, pengangkutan hasil cacahan hingga pencetak paving blok. Dari 36 karyawan tersebut 26 diantaranya merupakan tenaga alih daya.

Disinggung soal hasil olahan sampah ini, untuk organik yang menjadi kompos akan dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman di sekolah-sekolah hingga perkantoran. Demikian paving block akan digunakan untuk penataan Taman Kota. (Widi Astuti/balipost)

 

BAGIKAN