Deretan sejumlah sepeda motor yang parkir di pinggir Jalan Sulawesi, Denpasar. Realisasi pendapatan Perumda Bhukti Praja Sewakadarma Kota Denpasar pada 2025 sekitar Rp 32,75 miliar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pendapatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bhukti Praja Sewakadarma (BPS) atau PD Parkir Kota Denpasar tahun 2025 belum mampu mencapai target. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal.

Direktur Utama Perumda BPS, I Nyoman Putrawan, Senin (12/1) mengatakan, Perumda BPS merealisasikan pendapatan pada 2025 sebesar Rp32,75 miliar. Sementara target yang dicanangkan sebelumnya sebesar Rp33,91 miliar.

Ia mengaku terkoreksinya pendapatan tersebut sebenarnya sudah diperkirakan sejak beberapa bulan sebelum akhir 2025. Sejumlah faktor eksternal dinilai berpengaruh besar terhadap pendapatan. Mulai dari hujan yang terus mengguyur hingga adanya bencana banjir serta melambatnya perekonomian yang turut berpengaruh.

Baca juga:  Gara-gara Kembang Api, Dua Pelinggih Ludes Terbakar

“Sejak memasuki bulan November kami sudah memprediksi akan ada koreksi, karena musim hujan datang lebih awal. Bahkan sejak April hujan sudah mulai intens. Semua situasi tidak masuk dalam prediksi awal kami,” ujar Putrawan.

Berdasarkan data Perumda BPS, untuk komponen pendapatan utama, sektor parkir ruang milik jalan (rumija) yang ditargetkan sebesar Rp 22,2 miliar hanya terealisasi Rp 20,61 miliar atau kurang Rp1,58 miliar.

Baca juga:  Badung Targetkan 6,5 Juta Kunjungan Wisatawan Tahun 2026

Sementara pendapatan dari parkir luar rumija justru melampaui target, dari Rp 11,4 miliar menjadi Rp 11,63 miliar atau surplus Rp 236,9 juta. Pendapatan lain-lain atau insidentil juga melampaui target, dari target Rp100 juta tercapai Rp213,85 juta atau surplus Rp 113,85 juta.

Meski secara keseluruhan target pendapatan tidak tercapai, Putrawan mengatakan kinerja laba Perumda BPS tetap menunjukkan tren positif. Laba tahun 2024 diperoleh sebesar Rp6,59 miliar, sementara tahun 2025 sebesar Rp6,7 miliar.

Baca juga:  HLF MSP 2024 Berencana Atasi Tiga Permasalahan Dunia

Ke depan, pihaknya mengaku akan melakukan langkah-langkah efisiensi yang lebih rasional untuk menyesuaikan dengan kondisi pendapatan. Di sisi lain, upaya optimalisasi di lapangan tetap akan dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan potensi pendapatan.

“Kami akan melakukan efisiensi karena memang ada kekurangan pendapatan di tahun kemarin. Namun di lapangan kami tetap bergerak optimal. Iklim ekonomi dan kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, dan ini berdampak langsung pada pendapatan kami, khususnya dari parkir,” imbuhnya. (Widi Astuti/balipost)

 

BAGIKAN