
TABANAN, BALIPOST.com – Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Tabanan, mencatat sedikitnya 16 kejadian bencana alam, dengan dominasi peristiwa akibat cuaca ekstrem, khususnya hujan deras disertai angin kencang. Dari seluruh kejadian tersebut, pohon tumbang menjadi bencana paling sering terjadi, disusul tanah longsor di sejumlah wilayah rawan.
Berdasarkan data laporan kejadian BPBD Kabupaten Tabanan tahun 2025, tercatat 10 kejadian pohon tumbang, 4 kejadian tanah longsor, serta 2 kejadian kategori lain-lain. Sementara itu, tidak ditemukan kejadian banjir maupun gempa bumi sepanjang tahun berjalan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widatmika, menjelaskan bahwa mayoritas kejadian dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang berlangsung cukup lama, terutama pada puncak musim penghujan. Kondisi tersebut memperlemah struktur tanah dan akar pohon, sehingga mudah tumbang atau longsor.
“Bencana yang terjadi hampir seluruhnya berkaitan dengan cuaca ekstrem. Hujan deras dan angin kencang masih menjadi faktor utama,” ujarnya, Minggu (11/1).
Ia menyebutkan, kejadian pohon tumbang tersebar di berbagai kecamatan, seperti Kediri, Marga, Baturiti, hingga Tabanan kota. Dampaknya beragam, mulai dari menutup badan jalan, menimpa bangunan, hingga mengganggu jaringan listrik dan akses vital masyarakat.
Sementara untuk tanah longsor, peristiwa umumnya terjadi di wilayah dengan kontur tebing dan perbukitan, termasuk di jalur pemukiman dan akses menuju kawasan suci maupun fasilitas umum. Sejumlah kejadian bahkan sempat memaksa warga mengungsi sementara demi keselamatan.
Dari sisi dampak ekonomi, BPBD mencatat total perkiraan kerugian material mencapai sekitar Rp720 juta. Kerugian terbesar berasal dari kerusakan bangunan rumah warga, tembok penyengker, serta fasilitas umum akibat longsor dan pohon tumbang.
Trisna menegaskan, seluruh kejadian telah ditangani melalui respons cepat personel BPBD bersama tim reaksi cepat (TRC), aparat desa, TNI-Polri, serta masyarakat setempat. “Penanganan darurat prioritas agar akses jalan, listrik, dan aktivitas warga bisa segera pulih,” katanya.
Ke depan, BPBD Tabanan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan lebat dan angin kencang. Warga yang tinggal di daerah rawan longsor maupun sekitar pohon besar diminta segera melapor apabila melihat potensi bahaya. “Mitigasi berbasis kewaspadaan warga sangat penting untuk menekan risiko korban jiwa,” pungkas Trisna.(Puspawati/balipost)










