Banjir melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Badung pada Minggu (14/12/2025). (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Memasuki Januari 2026, wilayah Bali kembali berada pada fase kerentanan cuaca ekstrem. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar merilis prospek cuaca mingguan yang berlaku pada 8–14 Januari 2026, dengan potensi hujan ringan hingga lebat di hampir seluruh wilayah Bali.

Pada kondisi cuaca umum saat ini, suhu udara di Bali berkisar antara 24–33°C dengan tingkat kelembaban udara mencapai 64–95 persen. Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat dengan kecepatan antara 9–56 km/jam. Sementara itu, kondisi gelombang laut bervariasi, dengan tinggi gelombang di Perairan Selatan Bali berpotensi mencapai 2 meter.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Petani Sulit Penuhi Kuota Ekspor Kopi Robusta

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, Kamis (8/1) menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer. Indeks ENSO di wilayah NINO 3.4 tercatat -0,95, berada di bawah ambang normal +0,8, yang berdampak pada peningkatan aktivitas konvektif di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Bali.

Selain itu, massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga ketinggian sekitar 3.000 meter, didukung terbentuknya daerah konvergensi serta belokan angin di sekitar wilayah Bali.

Baca juga:  Jaga Kesehatan dengan Tertawa, Ini 5 Manfaatnya

BBMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang berdurasi singkat di sebagian besar wilayah Bali. Selain itu, tinggi gelombang laut berpotensi mencapai 2 meter atau lebih di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, pohon tumbang, serta potensi gangguan aktivitas pelayaran dan wisata bahari. Nelayan dan pelaku usaha kelautan diminta memperhatikan peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Bali.

Baca juga:  Pelabuhan Gilimanuk Tak Terdampak Banjir

BBMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi dan peringatan dini resmi BMKG guna mengantisipasi risiko cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN