
DENPASAR, BALIPOST.com – Sepanjang tahun 2025, Bali diguncang sebanyak 547 kejadian gempabumi. Dari jumlah tersebut, 10 kejadian gempabumi dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
Sedangkan, untuk keseluruhan gempabumi di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sebanyak 6.215 kejadian gempabumi, dengan 67 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis data seismisitas yang dilakukan oleh Pusat Gempa Regional III, aktivitas kegempaan di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tahun 2025 tergolong aktif.
Wilayah pemantauan mencakup koordinat 7° Lintang Selatan – 14° Lintang Selatan dan 113° Bujur Timur – 123° Bujur Timur. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 6.215 kejadian gempabumi, dengan 67 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
“Selama periode tersebut, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempabumi berkekuatan kecil, yakni magnitudo kurang dari 3 (M < 3) dengan kedalaman dangkal hingga 60 kilometer, sebanyak 4.875 kejadian,” ujar Cahyo Nugroho, dalam siaran persnya, Minggu (4/1).
Untuk wilayah Bali, yang berada pada koordinat 8° Lintang Selatan – 9° Lintang Selatan dan 114° Bujur Timur – 116,05° Bujur Timur, Pusat Gempa Regional III mencatat sebanyak 547 kejadian gempabumi selama tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 10 kejadian gempabumi dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
Aktivitas kegempaan di wilayah Bali juga didominasi oleh gempabumi berkekuatan M < 3 dengan kedalaman dangkal (h ≤ 60 km), yakni sebanyak 331 kejadian.
Sepanjang tahun 2025, bulan dengan jumlah kejadian gempabumi terbanyak di wilayah Bali terjadi pada bulan September, dengan total 78 kejadian, sementara bulan dengan jumlah kejadian gempabumi dirasakan terbanyak juga tercatat pada bulan September, yaitu sebanyak 5 kejadian.
Adapun gempabumi dengan magnitudo terbesar yang terjadi di wilayah Bali selama tahun 2025 memiliki magnitudo M 5,4, yang terjadi pada 17 April 2025. Episenter gempabumi tersebut berada di 303 kilometer tenggara Kuta Selatan, Bali, dengan intensitas guncangan yang dirasakan hingga wilayah Lombok dan Sumbawa.
Berdasarkan rekapitulasi bulanan, bulan Januari 2025 tercatat sebagai bulan dengan jumlah kejadian gempabumi terbanyak di wilayah Bali, NTB, dan sebagian NTT, yaitu sebanyak 795 kejadian gempabumi.
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan aktivitas seismik secara intensif dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG sebagai rujukan utama dalam menghadapi potensi bencana gempabumi. (Ketut Winata/balipost)









