
GIANYAR, BALIPOST.com – Destinasi ikonik Monkey Forest Ubud milik Desa Adat Padangtegal mencatatkan tren positif pada pembukaan tahun 2026. General Manager Monkey Forest Ubud, A.A. Agung Ngurah Bagus Bhaskara, Minggu (4/1), mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan awal Desember lalu, bahkan menyamai performa kuat pada tahun 2024.
Menariknya, lonjakan kali ini didominasi oleh pergerakan wisatawan domestik. “Astungkara, meningkat dibanding awal Desember, yang agak naik saat ini adalah pasar domestik, sementara kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terpantau stabil seperti biasa,” ujar Agung Bagus Bhaskara.
Menyikapi antusiasme pengunjung yang tinggi, pihak manajemen telah menyiapkan protokol khusus guna menjaga kenyamanan dan keamanan di area konservasi. Beberapa langkah strategis yang diambil meliputi penguatan pengaturan alur masuk dan jalur utama untuk menghindari penumpukan.
Manajemen Monkey Forest juga menambah staf operasional dan keamanan di titik-titik krusial. Edukasi wisatawan menekanan khusus pada aturan interaksi dengan satwa, termasuk menjaga jarak aman demi keselamatan pengunjung dan kesejahteraan monyet ekor panjang.
“Kami sangat senang dipercaya menjadi atraksi favorit dan ikon bagi setiap wisman yang datang ke Ubud, prioritas utama kami tetap pada keseimbangan antara kenyamanan pengunjung dan kesejahteraan satwa,” tambahnya.
Monkey Forest Ubud tetap mempertahankan daya tarik uniknya yang memadukan alam liar dengan nilai spiritual. Sebagai kawasan hutan konservasi yang memiliki situs suci, pengalaman berjalan di tengah hutan asri dengan latar belakang warisan budaya Bali menjadi magnet utama yang tidak ditemukan di tempat lain.
Memasuki tahun 2026, manajemen Monkey Forest Ubud menaruh harapan besar pada arah baru pariwisata Bali yang lebih berkualitas. Fokus utamanya bukan sekadar mengejar angka kunjungan, melainkan dampak positif yang lebih luas.
“Harapan kami adalah pariwisata Ubud terus bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan. Kami ingin peningkatan kunjungan ini membawa dampak nyata bagi pelestarian alam, budaya, serta kesejahteraan masyarakat lokal,” tegas Agung Bagus Bhaskara.
Dengan komitmen menjaga keseimbangan antara aspek pariwisata, konservasi, dan nilai spiritual, Monkey Forest Ubud optimis dapat terus lestari bagi generasi mendatang sekaligus tetap menjadi destinasi unggulan di jantung Bali.(Wirnaya/balipost)










