Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Jumat (2/1), sejumlah peristiwa terjadi. Dari wacana perayaan Nyepi kembali ke Tilem Kasang membuat Ketua PHDI Bali angkat bicara hingga awal 2026 kembali lagi terjadi ulahpati di Jembatan Tukad Bangkung menjadi berita-berita yang menarik minat pembaca.

Bagi pembaca yang belum sempat membaca berita-berita ini, berikut cuplikan peristiwanya. Tersedia juga link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online:

1. Wacana Perayaan Nyepi Kembali ke Tilem Kasanga, Ketua PHDI Bali Angkat Bicara

DENPASAR, BALIPOST.com – Wacana perubahan waktu pelaksanaan Hari Raya Nyepi ke Tilem Kasanga yang kembali mencuat belakangan ini menuai beragam tanggapan dan memicu polemik di tengah masyarakat Bali.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, angkat bicara dengan menegaskan bahwa PHDI Bali tidak sepakat terhadap gagasan perubahan astrologi Nyepi yang selama ini telah dijalankan secara ajeg.

Baca juga:  Segera Rampung, Pura Desa dan Puseh Desa Adat Sesetan

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/01/02/517157/Wacana-Perayaan-Nyepi-Kembali-ke…html

2. Berbagi Kasih di Tumpek Krulut, Gubernur Bali Traktir Masyarakat di 3 Lokasi Ini

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Krulut, yang dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang menurut Dresta Bali, Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakan kegiatan berbagi sebagai wujud cinta kasih dan kepedulian sosial kepada generasi muda serta masyarakat Bali.

Perayaan Rahina Tumpek Krulut tahun ini jatuh pada Saniscara Kliwon, Krulut, 3 Januari 2026.

Pada momentum sakral ini, Gubernur Koster menginisiasi kegiatan dengan mentraktir hidangan makanan dan minuman yang dapat dinikmati masyarakat di sejumlah tempat usaha lokal.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/01/02/517268/Berbagi-Kasih-di-Tumpek-Krulut,…html

3. Imbas Pemasangan Seng di Jatiluwih, Kunjungan Wisatawan Anjlok hingga 80 Persen

TABANAN, BALIPOST.com – Kisruh pemasangan seng oleh sejumlah pelaku usaha yang usahanya disegel oleh Pansus TRAP DPRD Bali karena dinilai melanggar aturan berimbas terhadap citra Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Penebel.

Baca juga:  Akhirnya Bali Jalani PPKM Level 1, Ini Aturannya

Dampaknya, kunjungan wisatawan khususnya mancanegara anjlok hingga 80 persen, bahkan memicu pembatalan kunjungan dari pasar Eropa yang selama ini menjadi andalan.

Penurunan paling terasa terjadi saat momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Manajemen DTW Jatiluwih mencatat, turunnya kunjungan terjadi akibat persepsi negatif wisatawan yang mengira kawasan sawah terasering Warisan Budaya Dunia itu tengah dilanda aksi unjuk rasa.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/01/02/517289/Imbas-Pemasangan-Seng-di-Jatiluwih,…html

4. Awal 2026, Jembatan Tukad Bangkung Petang Kembali Jadi Lokasi ‘Ulahpati’

MANGUPURA, BALIPOST.com – Awal 2026, warga Plaga, Petang, dikejutkan dengan ulahpati di Jembatan Tukad Bangkung, Jumat (2/1).

Awalnya ditemukan sepeda motor dekat jembatan kondisi kunci nyantol. Setelah ditelusuri ternyata ditemukan jasad pria di dasar jembatan tersebut.

Baca juga:  Lepas 217 Wisudawan, Unwar Gelar Wisuda Ke-68

Setelah pihak kepolisian menelusuri motor tersebut, pemiliknya berinisial MKA (21), status mahasiswa.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/01/02/517161/Awal-2026,Jembatan-Tukad-Bangkung…html

5. Ulahpati Masih Terjadi, Legislator Badung Soroti Pagar dan CCTV di Jembatan Tukad Bangkung

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemasangan pagar pengaman dan kamera pengawas (CCTV) di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Plaga, Kecamatan Petang, menjadi sorotan wakil rakyat di DPRD Badung.

Legislator menilai upaya tersebut belum efektif menekan angka kejadian, mengingat masih terjadinya kasus bunuh diri di lokasi yang dikenal rawan tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana, menilai kebijakan pemerintah daerah sejauh ini masih terlalu menitikberatkan pada pendekatan fisik atau infrastruktur.

Padahal, persoalan bunuh diri menurutnya jauh lebih kompleks dan berkaitan erat dengan kondisi mental serta tekanan psikologis masyarakat.

Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/01/02/517293/Ulahpati-Masih-Terjadi,Legislator-Badung…html

BAGIKAN