
NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah pangguna jasa penyeberangan mengeluhkan harga tiket di gerai-gerai tiket online di Gilimanuk yang tak menerapkan diskon tarif yang diberlakukan ASDP.
Ironisnya, penerapan tarif diskon ditetapkan di kios-kios tiket online di Ketapang, Banyuwangi. Gilimanuk yang masih daerah pariwisata di Bali, justru menerapkan tarif terlalu jauh dari tarif yang ditetapkan selama periode Nataru.
Salah seorang pengendara motor, Alianto asal Buleleng, terkejut ketika membeli tiket di gerai kios pinggir jalan di dekat Gelung Kori, dengan harga jauh dari harga yang ditetapkan.
“Sehari sebelumnya saya menyeberang dari Ketapang, beli di kios di sana dapat harga diskon seperti yang ditetapkan ASDP selama periode Nataru. Justru di Gilimanuk harganya ngawur,” katanya, Jumat (2/1).
Selisih harga hampir separuh dari harga yang ditetapkan diskon atau masih tarif normal. Pengguna jasa ini sempat menanyakan tapi dijawab sistem sudah seperti itu. Dengan harga tiket golongan II (roda dua) masih normal Rp31.600 dan jasa Rp5.000.
Pihaknya berharap penyedia layanan jangan sampai memanfaatkan kesempatan saat tarif diskon diterapkan.
Hal serupa dialami Erni, wisatawan asal Jawa Tengah yang membeli tiket pejalan kaki yang harganya masih normal. Padahal ia mengetahui ada kebijakan diskon tarif selama Nataru. “Waktu ke Bali tiga hari lalu harga tiket lebih murah di Ketapang. Kok beda-beda, sangat disayangkan kalau seperti itu, apalagi di Bali, takutnya mencoreng citra,” katanya.
Sementara itu, Manajer Operasional ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah dikonfirmasi terkait tiket online kapal di luar pemesanan melalui Ferizy lepas dari ASDP. “Karena itu kita terus sarankan agar memesan dari Ferizy. Isi sendiri data diri untuk manifest. Kalau di luar itu kita tidak tahu karena sifatnya kesepakatan antara agen tiket dan pengguna jasa,” jawab Didi.
Sejatinya memang ada diskon tarif dan itu otomatis di sistem tiketing. Sehingga disarankan jangan membeli diluar aplikasi apalagi saat dekat pelabuhan. Tetapi terkait hal ini menurutnya tidak bisa memastikan karena membeli lewat agen.
Hingga saat ini di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk menjamur gerai agen tiket online. Untuk kelancaran, ASDP menerapkan sejumlah kebijakan selama periode Nataru ini.
Selain diskon, juga diterapkan jarak pembelian tiket dari Pelabuhan Gilimanuk dan diperketat terkait identitas yang tercantum dalam tiket untuk manifest kapal. Gerai-gerai ini mitra bank-bank yang bekerja sama tiketing ASDP. Ada sejumlah bank baik BUMN maupun bank daerah. (Surya Dharma/balipost)










