Malam pergantian tahun 2025 menuju 2026, Ribuan masyarakat Kabupaten Gianyar tumpah ruah memadati Alun-alun Kota Gianyar. (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Alun-alun Kota Gianyar menjadi pusat perhatian pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Gianyar tumpah ruah memadati ikon kota tersebut untuk merayakan malam pergantian tahun dengan penuh makna dan nuansa kekeluargaan, Rabu (31/12) malam.

​Meski tidak dimeriahkan dengan pesta kembang api, antusiasme warga tetap tinggi. Rangkaian acara yang berlangsung selama dua hari (30-31 Desember) menyuguhkan perpaduan hiburan rakyat, konser musik artis lokal Bali, hingga puncaknya ditutup dengan doa bersama.

​Panggung hiburan di malam puncak dimeriahkan oleh sederet musisi ternama Bali seperti Bali Kumara Generasi X, Gde Mudra, My Friend, Jun Bintang, dan ditutup oleh penampilan energik dari Joni Agung. Sebelumnya, pada hari pertama, masyarakat telah dihibur oleh penampilan dari Griya Musika Sukawati (Cressendro), Seven Soul, Luminous, Tiari Bintang, dan Triple X.

Baca juga:  Air Sungai Meluap, Lima KK Perumahan Griya Batu Indah Sempat Mengungsi

​Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gianyar, I Wayan Manik Suhartanta menyampaikan bahwa perayaan tahun ini memang dirancang untuk memberikan hiburan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, baik yang hadir langsung maupun yang menyaksikan dari rumah.

​”Kami ingin memastikan kemeriahan ini bisa dirasakan semua orang. Bagi warga yang tidak bisa hadir di lokasi, kami menyediakan layanan live streaming melalui kanal YouTube resmi Pemkab Gianyar. Ini adalah bentuk transparansi dan pelayanan kami agar semangat tahun baru menjangkau hingga pelosok desa,” ujar Wayan Manik.

Baca juga:  Kerap Ramai, Satgas COVID-19 Beng Datangi Restoran

​Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, momen menjelang detik-detik pergantian tahun diisi dengan doa bersama. Langkah ini diambil sebagai bentuk rasa syukur sekaligus empati terhadap saudara-saudara di daerah lain yang sedang tertimpa musibah bencana alam.

​Wayan Manik menekankan bahwa Pemkab Gianyar ingin membangun suasana yang lebih kontemplatif di tengah kegembiraan masyarakat.

​”Tahun ini kita fokus pada doa bersama. Selain sebagai ungkapan syukur atas apa yang telah dilalui di 2025, ini adalah wujud empati kita kepada saudara-saudara yang sedang mengalami masa sulit akibat bencana alam. Kita menyongsong 2026 dengan harapan baru, namun tetap rendah hati dan peduli pada sesama,” tambah Wayan Manik.

Baca juga:  Sejumlah Menu MBG di SDN 5 dan SDN 1 Karangasem Tak Layak Konsumsi

​Hingga jarum jam melewati pukul 00.00 WITA, suasana di Alun-alun Gianyar terpantau aman dan terkendali. Ribuan massa membubarkan diri dengan tertib setelah seluruh rangkaian acara selesai. Kesuksesan acara ini membuktikan bahwa perayaan tahun baru tetap bisa berjalan meriah dan berkesan meski tanpa kebisingan kembang api, namun sarat akan nilai-nilai solidaritas dan doa.(Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN