Kejuaraan Sirkuit Panjat Tebing Seri III Bali dilaksanakan di Lapangan Buana Patra Singaraja. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak tujuh kontingen Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) kabupaten/kota se-Bali turun dalam Sirkuit Panjat Tebing Seri III Bali yang digelar di Lapangan Buana Patra Singaraja, 11–14 Desember 2025.

Selain memperebutkan tiket menuju kejuaraan tingkat nasional tahun depan, ajang ini sekaligus menjadi wadah pembibitan atlet panjat tebing muda Bali agar lebih siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Ketua FPTI Buleleng, Haji Wahyudi, ditemui Jumat (12/12), menyampaikan bahwa Seri III ini merupakan grand final dari tiga rangkaian sirkuit yang sudah digelar sebelumnya. Seri satu dilaksanakan di Klungkung, seri dua di Badung, dan puncaknya Buleleng mendapat mandat sebagai tuan rumah grand final.

Baca juga:  Ops Keselamatan Agung 2026 di Buleleng Dengan Edukasi dan Penindakan Humanis

“Tujuannya untuk pembinaan berkelanjutan. Melalui kompetisi ini atlet kita semakin terbina sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi menuju even nasional tahun depan,” ujarnya.

Terkait target prestasi, FPTI Buleleng memasang sasaran berada minimal di peringkat dua. Persaingan diprediksi ketat karena kontingen-kontingen kuat seperti Badung, Denpasar, dan Jembrana juga menurunkan atlet terbaiknya.

Buleleng sendiri saat ini terdapat 31 atlet yang turun dalam tiga nomor, yakni boulder, lead, dan speed, mulai kategori usia sekolah dasar hingga 19 tahun. Beberapa atlet Buleleng tidak diturunkan karena cedera maupun bertugas sebagai juri dan route setter.

Baca juga:  4 Pemuda Terlibat Perkelahian di Eks Pelabuhan Buleleng, 1 Orang Alami Luka Sajam

“Kita akui kejuaraan kali ini cukup ketat. Hampir semua kontingen, menerjunkan atlet terbaikan. Kita saat ini terkendala banyak yang jadi panitia, disamping itu ada beberapa yang cedera,”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua FPTI Bali Putu Yudi Atmika menegaskan bahwa sirkuit seperti ini sangat penting untuk mengasah kemampuan atlet dalam menghadapi kompetisi. Menurut Yudi, Bali termasuk daerah yang aktif menggelar kompetisi, baik sirkuit lokal maupun mengirim atlet ke luar daerah. Hal ini penting untuk memunculkan atlet usia dini berprestasi yang nantinya menjadi andalan Bali.

Baca juga:  Kejurnas Panjat Tebing, Bali Kembali Tambah Medali Emas

“Potensi daerah sangat besar. Ranking nasional masih didominasi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI, kemudian Bali. Karena itu kami dorong kompetisi nasional digelar lebih merata termasuk di luar Jawa-Bali,” ujarnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN