Bencana pohon tumbang terjadi di areal Pura Bukit Sari, objek wisata Sangeh. Pemangkasan pohon rawan tumbang pun diharapkan segera dilakukan guna mengantisipasi kejadian serupa. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – BMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini bahwa seluruh wilayah di Bali dilanda cuaca ekstrem hingga sepekan ke depan (11-18 Desember 2025). Potensi bencana yang terjadi, yaitu banjir, banjir bandang dan longsor tergantung tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

Di samping juga terjadi potensi tinggi gelombang laut 1.25 – 2.5 m untuk wilayah Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Perairan Selatan Bali.

Terkait dampak bencana cuaca ekstrem ini, BPBD Provinsi Bali telah melakukan mitigasi kebencanaan. Bahkan, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menegaskan bahwa BPBD Bali bersama BPBD Kabupaten/Kota se-Bali siaga 24 jam setiap harinya. “Upayanya jelas siaga 24/7 (24 jam 7 hari ke depan,red),” ujarnya, Jumat (12/12).

Baca juga:  Wisman dari 19 Negara Diizinkan Masuk Bali, Ini Daftarnya

Teja mengungkapkan bahwa BPBD Provinsi Bali pun telah memetakan mitigasi bencana hidrometeorologi disejumlah wilayah, seperti bencana banjir dan longsor. Bahkan, BPBD Bali telah bersurat ke Bupati/Wali Kota se-Bali untuk kesiapsiagaan bencana.

Bahkan, sebelum bersurat ke Kepala Daerah se-Bali telah dilakukan apel kesiapsiagaan bencana. Mulai dari apel pihak TNI, Kementerian PU, hingga Polda Bali. Selain itu, juga telah melakukan rapat koordinasi (rakor) di BPBD Bali. Rakor itu melibatkan pemerintah, pihak swasta, dunia industri, hingga instansi vertikal.

Baca juga:  Kumulatif Kasus COVID-19 Bali Lampaui 27.000, Kematian Masih Terus Bertambah

Terkait surat, Teja mengajak agar instansi terkait melakukan inspeksi drainase, pemeliharaan gorong-gorong, irigasi, trotoar, sampai dengan embung. Di samping juga mengedukasi dan melakukan manajemen dampak sampah. Tak berhenti sampai di sana, juga terkait personel, peralatan penyelamatan hingga anggaran untuk menanggulanginya telah disiapkan. Termasuk juga alat berat.

Diungkapkan, ada sejumlah wilayah di Bali yang mayoritas alami kejadian bencana hidrometeorologi. Diantaranya, Kabupaten Jembarana rawan banjir dan banjir bandang, Kabupaten Tabanan rawan banjir dan longsor, Kota Denpasar rawan banjir, Kabupaten Karangasem rawan tanah longsor dan banjir, Bangli rawan longsor, Buleleng rawan banjir, dan Badung rawan banjir. (Ketut Winata/balipost)

Baca juga:  Sejumlah Ruko di Jalan Ngurah Rai Singaraja Terbakar

 

BAGIKAN