Demonstrasi yang berlangsung di kawasan Renon, Denpasar pada Sabtu (30/8) malam diwarnai kericuhan. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seorang aparat kepolisian, Aiptu I Wayan Ardy, mengalami luka di wajah akibat dianiaya massa dalam kericuhan yang terjadi saat demonstrasi di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (30/8) malam.

Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 17.45 WITA, saat massa aksi berkumpul di selatan Kantor DPRD Bali, datang tiga mobil milik Polda Bali, masing-masing water Cannon, pengurai massa (Raimas), dan Boks dari arah utara. Saat itulah massa menyerang.

Mobil water Cannon berhasil masuk ke Kantor DPRD, sedangkan mobil raimas dan boks tidak bisa masuk karena langsung diserang para pendemo. Saat itulah sopir mobil boks, Aiptu I Wayan Ardy, tidak bisa menyelamatkan diri dari amukan massa.

Baca juga:  Hutan Negara di Desa Kayuputih Melaka Terbakar

Massa langsung memeriksa kedua mobil tersebut.

Sementara Aiptu Ardy kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Saat dibawa dirujuk ke RS, Aiptu Ardy tampak duduk di kursi roda. Bagian pipinya mengeluarkan darah segar. Bercak darah juga tampak di baju seragamnya.

Kabid Humas Polda Bali, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy S.I.K., belum bisa dikonfirmasi terkait anggota Polda Bali yang mengalami luka di wajah karena diserang massa. Pesan singkat lewat whatsapp yang dikirim wartawan, belum ditanggapi.

Baca juga:  Kasus DBD Menurun Hingga September 2017

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang digelar di kawasan Renon ricuh karena massa melempar aparat yang berjaga. Kericuhan yang terjadi berlangsung selama sekitar 10 menit.

Polisi berhasil memukul mundur massa aksi ke sebelah selatan Bank BPD Bali, Renon. Sejumlah orang diamankan aparat, salah satunya seorang berjaket ojek online (ojol).

Saat ini, suasana masih mencekam. Aparat kepolisian dan massa aksi masih saling menunggu.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi yang berada di lokasi meminta agar massa aksi tidak bertindak anarkis. Ia mengingatkan kericuhan yang terjadi akan berdampak pada citra Bali sebagai destinasi wisata.

Baca juga:  KPU Bali Perpanjang Pendaftaran KPPS

“Di tempat lain sudah terjadi tindakan anarkis, tapi jangan di Bali. Jangan anarkis dan merusak fasilitas publik karena akan berdampak negatif bagi Bali sebagai destinasi pariwisata. Itu yang saya ingatkan,” katanya.

Dikatakannya demonstrasi yang digelar merupakan hak dalam menyampaikan aspirasi. “Demo tetap berjalan, situasi kondusif tetap dijaga,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN