Dua petani sedang merontokkan gabah di lahan pertanian wilayah Mengwi, Badung. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung memastikan stok beras masih dalam kondisi surplus meski sejumlah lahan petani di Gumi Keris sempat diserang hama, baik itu kresek maupun tikus.

Surplus dikarenakan sebagian besar lahan pertanian di wilayah Badung sudah memasuki masa panen raya, sehingga hasil produksi tetap terjaga.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, I Wayan Wijana menegaskan bahwa meski ada serangan hama di beberapa titik lahan, produktivitas gabah tetap lebih tinggi dari kebutuhan daerah.

Baca juga:  Kasus Matinya Sejumlah Anjing di Pantai Kuta Utara, Dispertan Badung Turunkan Tim

“GKG kita di Badung sampai akhir Agustus ini mencapai 11.371,29 ton atau setara dengan 7.119,57 ton beras. Sedangkan kebutuhan beras untuk di Badung hanya 4.120,12 ton,” ujar Wijana, Jumat (29/8).

Wijana optimis hingga akhir tahun 2025 nanti Badung tetap berada pada posisi surplus beras. Dengan kondisi ini, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan, sebab pasokan lokal sudah mampu mencukupi bahkan melebihi kebutuhan.

Baca juga:  Hadapi Panen Raya di Tengah Wabah COVID-19, Ini Pengaturannya

“Apalagi saat ini hasil petani sudah langsung diambil oleh Perumda Pasar. Sehingga petani tidak khawatir meski hasil pertanian melimpah,” ucapnya.

Selain memastikan stok beras aman, Disperpa Badung juga terus berupaya menjaga stabilitas produksi pangan melalui sejumlah program pendampingan petani. Mulai dari pengendalian hama terpadu, penyediaan benih unggul, hingga antisipasi dampak cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.

“Kami bersama seluruh jajaran, dengan dukungan penuh dari pimpinan daerah, akan terus berupaya agar produksi gabah tetap terjaga di tengah berbagai tantangan, termasuk cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu,” jelasnya.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Panen Raya Ketahanan Pangan Desa Dalung

Dengan kondisi surplus ini, Badung tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan pangan warganya sendiri, tetapi juga berkontribusi menjaga ketahanan pangan Bali secara keseluruhan. (Parwata/balipost)

BAGIKAN