Plt. Bupati Klungkung I Made Kasta saat turun ke lokasi mengecek TKP kebakaran. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com- Dua pelinggih di Pura Pasek Prateka di Banjar Kreteg Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, terbakar belum lama ini.
Penyebabnya, diduga percikan api dari kembang api, yang jatuh di pura itu. Puing-puing kebakaran itu pun sudah dibersihkan. Plt. Bupati Klungkung I Made Kasta sempat meninjau TKP kebakaran, Selasa (12/12).

Dia memperingatkan kembali kepada anak-anak maupun generasi muda, agar berhati-hati dalam bermain kembang api.

Saat tiba di lokasi, Plt. Bupati Made Kasta turut prihatin melihat dua bangunan pelinggih yang terbakar. Saat ini tinggal bekas kebakarannya sudah dibersihkan hanya tinggal pondasi pelinggihnya saja. Guna membantu warga setempat, Plt. Bupati Made Kasta meminta prajuru pura bekerjasama dengan Perbekel agar segera membuat proposal kebencanaan. sehingga nantinya bisa ditindaklanjuti untuk segera mendapatkan bantuan perbaikan.

Baca juga:  Rumah Warga di Pekutatan Ludes Terbakar

“Masyarakat terutama anak-anak muda agar tidak sembarangan menyalakan kembang api. Mohon orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak sembarangan bermain kembang api. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi,” kata Plt. Bupati Made Kasta, didampingi Kepala Pelaksan BPBD Klungkung I Putu Widiada, Camat Banjarangkan Dewa Komang Aswin, Perbekel Bakas, I Wayan Merdana.

Salah seorang warga Wayan Losika, mengatakan bahwa kejadian kebakaran ini diakibatkan oleh percikan kembang api yang terjadi pada 2 Desember 2023 lalu, sekitar pukul 00.00 wita. Ada dua pelinggih yang terbakar salah satunya yakni Pelinggih Gunung Lebah. Dengan kejadian ini kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Baca juga:  Bali Nihil Tambahan Korban Jiwa COVID-19

Menjelang pergantian tahun ini, setiap malam memang ada saja yang memainkan kembang api. Tetapi, mereka tidak mempertimbangkan risiko yang bisa terjadi. Percikan api jika jatuh ke atap pelinggih yang beratapkan ijuk, akan sangat mudah terbakar. Maka, Plt. Bupati Made Kasta mengingatkan, jika ingin bermain kembang api, sebaiknya dilakukan di tempat-tempat yang jauh dari pemukiman dan tempat suci seperti pura. (Bagiarta/Balipost)

Baca juga:  Mendekati Akhir Tahun, Antisipasi Kenaikan Tiga Komoditas Pokok

 

BAGIKAN