Dokumen- Tersangka kasus pungli fasilitas fast track di Bandara Ngurah Rai, HS, digelandang petugas Kejati Bali. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penyidik Pidsus Kejati Bali terus memperdalam kasus OTT petugas Imigrasi Ngurah Rai. Pada, Selasa (21/11), penyidik kembali memeriksa tiga orang saksi, dan satu pemeriksaan tersangka yakni HS atau Hariyo Seto.

Pemeriksaan HS dilakukan di LP Kerobokan mengingat yang bersangkutan di tahan di sana. “Hari ini (Selasa) diperiksa tiga orang saksi dan pemeriksaan satu tersangka,” ucap Kasipenkum Kejati Bali, Agus Eka Sabana.

Baca juga:  Dari Rumah Makan Babi Guling Candra Terbakar hingga Gedung LPBJ Tabanan Ambrol

Lanjut dia, hingga saat ini total ada 15 saksi yang sudah diminta keterangan dan satu tersangka. Ditanya apakah sudah ada tersangka lain? pihak penyidik mengaku masih memperdalam keterangan saksi.

Terpisah, lima orang oknum petugas Imigrasi Ngurah Rai yang diduga terlibat dalam dugaan pungli di jalur fast track Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dibebastugaskan guna dilakukan pemeriksaan intens oleh Kejati Bali.

Baca juga:  Lindungi Lansia dari COVID-19, Kemenkes Keluarkan Izin Vaksinasi Booster Kedua

Kepada Seksi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Ngurah Rai, Putu Suhendra Tresnadinata mengatakan oknum petugas yang menjalani pemeriksaan di Kejati Bali dibebastugaskan dari Tempat Pemerikasaan Imigrasi di Bandara Ngurah Rai.

Disampaikan Senin (20/11), pihaknya akan memberikan sanksi kepada oknum pungli di jalur fast track tersebut mengikuti PP 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS. Namun untuk sanksi, pihaknya akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan sampai dengan mempunyai kekuatan hukum tetap. (Miasa/Balipost)

Baca juga:  Pasien COVID-19 Meninggal Bertambah, Termuda di Bawah 40 Tahun
BAGIKAN