
DENPASAR, BALIPOST.com – Libur panjang Nyepi dan Idulfitri 2026 menyebabkan sejumlah daya tarik wisata (DTW) di Bali diserbu wisatawan nusantara hingga tiga kali lipat dari hari biasa.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, lonjakan signifikan terjadi di berbagai destinasi favorit. Pantai dan kawasan ikonik masih menjadi magnet utama, dengan angka kunjungan yang melonjak tajam selama periode liburan.
Rata-rata kunjungan harian menunjukkan dominasi destinasi populer seperti Tanah Lot (4.000 orang), Uluwatu (3.500), Pantai Pandawa (3.000), hingga Penglipuran (2.000). Lonjakan ini menegaskan bahwa wisata alam dan budaya terbuka masih menjadi pilihan utama wisatawan domestik saat libur panjang.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Museum Bajra Sandhi dan Museum Bali di Denpasar yang justru nihil kunjungan. Kedua destinasi tersebut tutup sementara mengikuti rangkaian Hari Raya Nyepi dan cuti bersama Idul Fitri.
Fenomena ini mencerminkan pola wisata yang kontras: saat wisata massal berbasis alam membludak, destinasi edukatif harus berhenti beroperasi karena faktor kultural dan kalender keagamaan Bali.
Meski demikian, secara umum performa pariwisata Bali tetap stabil. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat rata-rata 17 ribu orang per hari. Hingga Maret 2026, total wisman telah mencapai 1,3 juta orang, sementara wisatawan nusantara menembus 1,5 juta orang.
Momentum libur panjang ini juga berdampak pada tingkat hunian hotel yang berada di kisaran 60–65 persen.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyebut terjadi kenaikan kunjungan sekitar 3,5 persen dibanding Lebaran tahun sebelumnya.
Ia menegaskan, meski situasi global sempat memicu pembatalan penerbangan, tren kunjungan ke Bali tetap tumbuh. Pemerintah pun memastikan kualitas layanan destinasi tetap terjaga pascalibur panjang.
Sumarajaya menilai lonjakan wisatawan domestik menjadi penopang penting di tengah dinamika global. Selain menjaga pergerakan sektor pariwisata, peningkatan kunjungan wisman juga berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari Pungutan Wisatawan Asing (PWA). “Momentum ini harus dijaga agar pariwisata Bali tumbuh berkelanjutan,” tegasnya, Jumat (27/3).
Pemprov Bali sendiri masih menargetkan kunjungan 6,9 juta wisatawan dalam setahun, melanjutkan optimisme pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Pulau Dewata. (Ketut Winata/balipost)










