Para warga mengenakan masker saat berolahraga di sepanjang teluk dengan latar belakang cakrawala kota di Garden by the Bay East Singapura, Jumat (8/10/2021). (BP/Antara)

SINGAPURA, BALIPOST.com – Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan pada Senin (20/12) malam bahwa tes awal mendeteksi kluster Omicron di salah satu pusat kebugaran. Pada Senin malam terdapat dua kasus diduga varian COVID-19 Omicron yang berhubungan dengan pusat kebugaran itu.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Kemenkes Singapura masih menunggu hasil kasus COVID-19 ketiga yang juga berkaitan dengan pusat kebugaran. Singapura sudah melaporkan 71 kasus terkonfirmasi Omicron dengan 65 infeksi dari luar negeri dan enam kasus lokal.

Baca juga:  Isu Keretakan Hubungan Megawati-Jokowi Santer, Ini Tanggapan FX Hadi Rudyatmo

“Karena penularan dan penyebarannya yang tinggi ke banyak belahan dunia, kami seharusnya sudah memperkirakan lebih banyak temuan kasus Omicron di perbatasan-perbatasan kami dan juga di antara masyarakat kami,” demikian keterangan Kemenkes Singapura, Selasa (21/12).

Dengan 87 persen dari 5,5 juta jumlah penduduknya yang sudah divaksinasi lengkap, Singapura sudah mengalihkan fokusnya ke penyuntikan booster. Sekitar 34 persen penduduk kota sudah mendapatkan suntikan booster.

Baca juga:  Waspada COVID-19, Unud Batasi Kegiatan Keramaian di Kampus

Kasus COVID-19 di Singapura sudah menurun selama beberapa pekan belakangan dari rekor jumlah harian 5.324 kasus pada akhir Oktober. Namun, negara itu melaporkan 195 kasus baru pada Senin (20/12).

Varian COVID-19 Omicron tengah menyebar lebih cepat dibandingkan varian Delta dan menyebabkan infeksi pada orang-orang yang sudah divaksinasi atau mereka yang sudah sembuh dari penyakit COVID-19, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin.

Baca juga:  Bilateral RI-Singapura Hasilkan Lima Kerja Sama

Penelitian dari Afrika bagian selatan dan Inggris menunjukkan varian itu tengah menyebar dengan cepat dan diperkirakan akan segera melampaui pendahulunya, Delta, di beberapa negara. Omicron secepat kilat sudah menjadi dominan di Amerika Serikat.

BAGIKAN