Dewa Made Indra. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jumlah akumulatif pasien positif COVID-19 di Bali kini 186 orang atau bertambah 3 orang. Seluruh kasus baru adalah WNI yang merupakan tenaga kerja (naker) migran.

“Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif, red) 107 orang yang berada di 10 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam rilis, Minggu (26/4).

Baca juga:  Crystal Bay Nusa Penida Diterjang Banjir Bandang, Ativitas Wisata Dihentikan Sementara

Untuk pasien yang sembuh, kata Dewa Indra juga ada penambahan. Yakni sebanyak 5 orang yang seluruhnya pekerja migran.

Dengan demikian, akumulatif pasien yang sembuh menjadi 75 orang. Sedangkan pasien yang meninggal dunia masih tetap 4 orang. “Untuk memutus rantai penyebaran virus corona, semua pihak perlu melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker di tempat terbuka,” imbuhnya.

Menurut Dewa Indra, penggunaan masker memiliki dua fungsi. Bagi yang sakit seperti batuk dan flu, maka percikan atau droplet-nya akan tertahan oleh masker.

Baca juga:  Hari Keenam Pencarian, Ada Dua Jasad Non-manifes KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan

Dengan demikian, percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain. Kedua, penggunaan masker bagi yang sehat akan membuat terhindar dari droplet orang lain. Terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata.

“Kita juga harus disiplin atau rajin untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Karena penyebaran virus yang menempel pada benda tertentu yang kemudian kita sentuh dan menempel pada tangan akan lebih mudah hanyut melalui sabun dan air mengalir,” jelasnya.

Baca juga:  Dari Puluhan Hotel dan Restoran di Badung Pailit hingga Warga di Bali Terpapar COVID-19 Bertambah

Selain itu, Dewa Indra meminta masyarakat agar menghindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut dan mata setelah menyentuh benda tertentu dan sebelum mencuci tangan. Karena tiga indera dalam tubuh tersebut akan memudahkan bagi virus corona untuk masuk ke tubuh. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN