Ternak babi. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus gerubug atau babi mati mendadak di Bali masih terus terjadi. Namun data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mencatat kematian babi di Bali hanya 899 ekor.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, IKG.Nata Kesuma, Jumat (21/2) mengatakan pengecekan sampel darah babi yang dilakukan BBVET Medan masih belum ada hasil. Dengan kata lain, pihaknya masih menunggu hasil itu keluar.

Baca juga:  Burung Cerukcuk Ganggu Pertanian Jeruk di Kintamani

“Hasil itu tidak berpengaruh dengan cara penanganan kita karena positif atau tidak, apa yang kita lakukan seperti sudah positif makanya kasus bisa mereda,” jelasnya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mengklaim kematian babi sudah semakin mereda. “Walaupun kasus ini semakin mereda, bahkan beberapa hari ada nihil, ada perkembangan 1-2, tapi kita kan tetap kewaspadaan dini,” ujar Nata.

Menurut Nata, upaya edukasi terus dilakukan kepada peternak babi agar kematian babi tidak terus mewabah. “Sampai hari kemarin, kasusnya cuma 899. Jadi belum 900,” imbuhnya.

Baca juga:  Desa Adat Intaran Tetap Konsisten Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Nata mengaku juga tengah memfollow up kasus kematian beberapa ekor babi di Kintamani. Pihaknya akan melihat apakah kematian babi mengarah pada gerubug yang diduga ASF atau bukan. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN