Seorang bule ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga yang melintas Jalan Raya Amlapura-Singaraja, Banjar Tulamben, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, tepatnya dekat Pura Tegeh, digegerkan dengan adanya seorang bule yang tergeletak di pinggir jalan Rabu (20/5). Setelah dicek, bule itu sudah meninggal dunia dengan mulut mengeluarkan cairan.

Kapolsek Kubu AKP Komang Sura Maryantika, saat dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari anggota adanya kejadianyan itu sekitar pukul 14.30 WITA. Korban mengendarai sepeda motor Nopol DK 7012 QJ. “Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Korban tergeletak di dekat sepeda motor yang dikendarainya,” ujarnya.

Maryantika menambahkan, untuk mengetahui identitas korban, petugas telah melakukan pengecekan, hanya saja petugas tidak menemukan adanya surat-surat identitas korban. Petugas hanya menemukan, adanya stiker yang menempel di sepeda motor korban dan berisi nomor telepon.

Baca juga:  PHDI Bali Gelar Lokasabha VII

Petugas mencoba menghubungi nomor tersebut. “Setelah dihubungi, ternyata yang punya nomor itu pemilik sepeda motor yang dibawa korban. Karena korban menyewa motor itu di kawasan Kerobokan, Kuta Utata Badung,” ungkapnya.

Korban bernama Polwloch Maciej asal Polandia. Korban diketahui menginap di wilayah Amed.

Diduga korban meninggal dunia karena jatuh dari sepeda motornya akibat out control (OC). “Untuk jenazah dibawa ke Puskesmas Kubu 1 bersama warga, dan sudah dibawa ke RSUD Karangasem,” jelasnya.

Guna mewaspadai COVID-19, jenazah bule tersebut setelah di bawa ke Puskesmas Kubu 1, kemudian langsung dibawa ke RSUD Karangasem, sesuai protokol kesehatan. “Untuk dapat mengetahui penyebab kematian bule tersebut apakah terinfeksi corona atau tidak, tentu diperlukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.