Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penambahan pasien positif COVID-19 per Jumat (15/5) mencapai 343 kasus atau bertambah 6 orang dari sehari sebelumnya. Jumlah pasien sembuh mencapai 232 orang (67,64 persen), bertambah 8 warga sembuh dari sehari sebelumnya yang mencapai 224 pasien.

Di antara kasus baru yang terkonfirmasi positif, transmisi lokal kembali mengalami penambahan sebanyak 3 orang. Sama seperti sehari sebelumnya. Kumulatif transmisi lokal menjadi 132 kasus (34,48 persen) dari 24 jam sebelumya mencapai 129 kasus.

Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dewa Made Indra, dalam rilisnya, Jumat, selain tambahan 3 kasus transmisi lokal, terdapat 3 kasus imported case yang seluruhnya merupakan tenaga kerja (naker) migran.

Sementara itu, rincian pasien baru yang telah sembuh terdiri dari 5 orang naker migran dan 3 orang non-naker migran.

Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 107 orang yang berada di 8 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering.

Buleleng masih tetap menjadi penyumbang kasus transmisi lokal terbesar dengan jumlah 37 warga.

Namun, dalam dua hari terakhir, Bangli terus mengalami penambahan kasus. Pada Kamis (14/5), jumlah penambahan kasus sebanyak 3 orang. Sementara pada Jumat, kasusnya bertambah lagi sebanyak 2 orang. Dengan demikian, Bangli berada di posisi kedua dengan kumulatif transmisi lokal mencapai 36 orang.

Di posisi ketiga ada Denpasar dengan jumlah warga terjangkit mencapai 21 orang, bertambah 1 pasien dari sehari sebelumnya. Di posisi keempat ada Karangasem dengan jumlah 15 warga terjangkit. Posisi kelima ada Badung dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 11 orang.

Posisi keenam adalah Gianyar dengan jumlah warga terjangkit 5 orang. Kemudian, Klungkung ada di posisi ketujuh dengan 4 warga terjangkit transmisi lokal. Kedelapan, adalah Tabanan dengan jumlah warga terjangkit 2 orang. Sementara di posisi kesembilan adalah Jembrana dengan warga terjangkit 1 orang.

Walaupun penambahan kasus relatif melandai, penularan secara transmisi lokal masih terus terjadi. Setiap hari, terjadi penambahan kasus jenis ini di Bali.

Soal ini, Dewa Indra mengatakan Gubernur Bali mengeluarkan imbauan yang ditandatangani Sekda Prov Bali Nomor 149/Gugascovid19/V/2020 Tanggal 14 Mei 2020 tentang Penggunaan Masker. Dalam imbauan ini ditegaskan bahwa setiap tamu/pengunjung/pemohon pelayanan publik di kantor/instansi untuk menggunakan masker. Bagi mereka yang tidak menggunakan masker agar ditolak atau ditunda proses permohonan pelayanan publiknya.

Apabila pemohon pelayanan publik merupakan penyandang disabilitas atau orang yang kurang mampu secara ekonomi agar dibantu diberikan masker sehingga dapat dilayani permohonan pelayanan publiknya. “Untuk maksud tersebut, pada unit-unit pelayanan publik perlu disiapkan masker untuk diberikan kepada pemohon pelayanan publik sesuai kategori di atas” sebutnya.

Baca juga:  Tolak Revitalisasi Pasar Umum Gianyar, Persatuan Pedagang Ruko Bersurat ke Bupati

PPLN Mendominasi

Terkait jenis kasus COVID-19, pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) masih mendominasi dengan komposisi mencapai 50,15 persen. Totalnya ada 172 orang positif karena PPLN. Sedangkan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) jumlah kasusnya mencapai 31 orang. Sedangkan WNA tercatat ada 8 kasus.

Dari data yang ada dalam website infocorona.baliprov.go.id, akumulatif 343 kasus positif terdiri dari 8 WNA dan 335 WNI.

Dilihat dari kumulatif kasus positif, Bangli masih menduduki peringkat pertama dengan jumlah kasus 79 warga, bertambah 4 warga. Sementara Denpasar menduduki posisi kedua dengan total kasus 65 orang, bertambah 2 warga.

Di posisi ketiga ada Buleleng dengan jumlah warga positif mencapai 60 orang. Di posisi keempat adalah Karangasem dengan jumlah kasus 29 orang. Posisi kelima adalah Gianyar dengan jumlah 28 orang.

Posisi keenam adalah Badung dengan jumlah 24 orang. Posisi ketujuh adalah Klungkung dengan jumlah 19 kasus. Tabanan menduduki posisi kedelapan dengan jumlah warga terjangkit 14 kasus.

Jembrana ada di posisi kesembilan, dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 12 orang.

Untuk WNA yang terjangkit kasus ini masih tetap 8 orang. Kabupaten lainnya total 5 pasien.

Yang meninggal masih tetap 4 orang (1,17 persen), yakni 2 WNI dan 2 WNA.

Sementara itu, penambahan pasien sembuh terus terjadi. Dari data yang dilansir https://pendataan.baliprov.go.id pasien sembuh secara kumulatif mencapai 232 orang.

Untuk peringkat, Denpasar kini tak lagi duduk di peringkat pertama. Bangli bertengger di posisi pertama dengan jumlah warga sembuh mencapai 54 orang, bertambah 7 warga dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara Denpasar menduduki posisi kedua dengan jumlah 48 warga. Di posisi ketiga, dengan jumlah 29 warga sembuh adalah Buleleng. Posisi keempat adalah Karangasem dengan jumlah warga sembuh mencapai 22 orang, bertambah 1 warga sembuh. Kemudian posisi kelima adalah Gianyar dengan total warga sembuh mencapai 21 orang.

Klungkung di posisi keenam dengan jumlah warga sembuh mencapai 15 orang. Badung menduduki posisi ketujuh dengan 14 warganya sembuh.

Jembrana dan Tabanan berada di posisi ketujuh dengan total warga sembuh 9 orang.

Kabupaten lainnya ada 5 orang sembuh dan WNA sembuh totalnya mencapai 6 orang. Total terdapat 226 WNI dan 6 WNA yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Bali. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.