Manajer tim PON, De Gadjah, bersama petinju Bali. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengkot Pertina Kota Denpasar tetap mengagendakan Kejurnas Tinju berlevel nasional, yang melibatkan kabupaten dan kota se-Bali, NTB serta Banyuwangi. Hanya, pesertanya tidak boleh petinju yang sudah berlaga di ajang Porprov Bali. Sebaliknya, petinju yang naik ring dari usia kadet, sehingga pembibitan dan regenerasi atlet berjalan terus.

Ketua Umum Pengkot Petina Kota Denpasar, Made Muliawan Arya, di Denpasar, Jum’at (15/5) menegaskan, kejuaraan adu jotos memperebutkan Piala Wali Kota 2020 tetap akan digelar. “Kami berniat menghelat Kejurnas Tinju Piala Wali Kota, pasca pandemi wabah corona berakhir,” ucap pria yang akrab disapa De Gadjah ini. De Gadjah berharap, melalui ajang Piala Wali Kota muncul bibit-bibit petinju yang berbakat dan bertalenta.

De Gadjah yang juga manajer tim PON Bali menerangkan, pelaksanaan PON yang ditunda setahun, membuat dirinya menyusun program try out ke luar negeri. Alternatif negara yang dipakai try out seperti Thailand, Filipina dan Malaysia. Cuma, lagi-lagi De Gadjah belum berani memastikan jadwal try out, mengingat saat ini hampir seluruh negara dihinggapi wabah virus corona. “Kami berpikir melakukan try out setelah pandemi covid-19 berakhir,” tuturnya.

Baca juga:  Atlet Gateball Bali Terjun di Kejurnas

De Gadjah sendiri ditarget KONI Bali agar bisa mendulang sekeping emas pada PON Papua pada 2021. Sementara, Bali meloloskan enam petinju ke PON Papua, mereka adalah Krispinus Mariano (kelas layang ringan/46 kg), Kornelis Kwangu Langu (layang/49 kg), Julio Bria (bantam/56 kg), Jekri Riwu (ringan/60 kg), Gregorius Gheda Dende (welter ringan/64 kg) dan Cakti Dwi Putra (menengah/75 kg). (Daniel Fajry/Balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.