Pedagang bermobil di Lapangan Alit Saputra direlokasi. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Ratusan pedagang bermobil yang sebelumnya berjualan di lapangan Alit Saputra, mulai Kamis (14/5) kembali direlokasi. Seperti yang sudah direncanakan, mereka dipindahk ke dua terminal yang ada di wilayah Tabanan, yakni Terminal Pesiapan dan Terminal Tuakilang.

Hari pertama relokasi diawasi langsung jajaran Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Kabupaten Tabanan melalui jajaran terkait seperti Dinas Perhubungan, Disperindag, Satpol PP Tabanan serta dari kalangan DPRD Tabanan. Total pedagang yang direlokasi sebanyak 110 orang.

Pedagang yang direlokasi ke Terminal Pesiapan sebanyak 92 orang dan sisanya 18 orang ke Terminal Tuakilang. Terkait relokasi tersebut, Kabid Perdagangan Disperindag Tabanan Ni Wayan Primayani menjelaskan, relokasi ini dimulai hari ini sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sesuai dengan protokol pencegahan penyebaran virus Corona, maka sebelum pedagang dipindah, pada areal terminal sudah dibuatkan sekat dan pemberian nomor.

Mobil pedagang juga diberikan nomor untuk memudahkan ketika pedagang datang untuk berjualan sudah langsung mencari tempat berdagang sesuai dengan nomor yang didapat. “Sifatnya bukan undian, melainkan dari dinas yang memfasilitasi,” tegasnya.

Diakuinya. para pedagang belum ada yang keberatan atas relokasi ini. “Sebelumnya sudah dilakukan pemberitahuan. Dengan lokasi di terminal yang relatif lebih luas, diharapkan tidak terjadi adanya kerumunan yang berlebihan,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang yang dipindah ke dua terminal ini adalah pedagang bermobil yang sebelumnya berjualan di Pasar Duah Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Karena adanya kebijakan dari Bupati Tabanan untuk membatasi jam operasional pasar sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, masyarakat yang berbelanja ke pasar ternyata membeludak.

Guna mengurangi kerumuman, para pedagang bermobil tersebut dipindah ke lapangan Alit Saputra. Hanya saja dengan banyaknya para pedagang dadakan dan jumlahnya kian banyak, Gugus Tugas kabupaten kembali mengambil kebijakan mencari lokasi yang lebih luas untuk mempermudah pengawasan. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.