Para pekerja di TOSS Center saat melakukan pemilahan. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kabupaten Klungkung mulai mengalihkan fokus pada program-program yang sudah dirancang sebelumnya. Di tengah pandemi COVID-19, Pemkab ingin memastikan seluruh program tak terhenti.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, bahkan sempat turun langsung ke TOSS Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Selain sebagai pusat pengolahan sampah, areal yang tersisa rencananya juga akan dimanfaatkan untuk lokasi pembibitan dengan membuat demplot-demplot.

Bupati Suwirta, Minggu (10/5) mengatakan ditengah situasi pandemi COVID-19, dia tidak ingin semua terlena dan berdiam diri. Semua harus tetap bekerja, mengurus sampah, menjaga ketahanan pangan dan sebagainya, namun dengan tetap menjalankan protokol keselamatan.

Sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Bupati Suwirta menyebut TOSS Center ini memiliki luas areal 3,9 hektar. Bangunan TOSS Center hanya menggunakan lahan 1,9 hektar. Sisanya akan dimanfaatkan untuk menciptakan sebuah program yang akan terintegrasi dengan pertanian.

Di tempat ini selain merupakan tempat pengolahan sampah menjadi kompos, listrik dan pelet, juga akan terintegrasi dengan pertanian. PKK bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Dinas LHP membangun tempat pembibitan. Hasil bibitnya akan diserahkan kepada masing-masing kecamatan untuk mendukung Program Hatinya PKK.

Baca juga:  Disoroti, Pembangunan TOSS Center di Karangdadi Dinilai Tak Optimal

Selain itu, bibit juga bisa dibagikan kepada masyarakat. Jadi, Dinas LHP, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan maupun Dinas Pertanian, sudah diminta duduk bersama merealisasikan konsep ini, agar menjadi kenyataan.

Sehingga integrasi ini bisa menjadi percontohan dan demplot-templot pertanian. “Setelah bangunan TOSS Center selesai, nantinya akan terintegrasi dengan pertanian dan tempat ini bisa menjadi tempat rekreasi dan belajar. Program inovasi yang awalnya hanya TOSS Center akan bisa berkembang melahirkan inovasi lainnya,” ujar Bupati Suwirta.

Selain memaparkan ide idenya, di TOSS Center, Bupati Suwirta juga sempat mengkoreksi cara kerja para petugas pemilah sampah. Agar, hasil pemilahannya sesuai dengan konsep pemilahan yang tepat, sebagai pusat pengolahan sampah di Klungkung.

Selain itu jumlah pegawai sebanyak 45 orang dianggap tidak sebanding dengan jumlah sampah yang diolah, yakni hanya satu truk. Hal ini menurutnya sangatlah tidak efisien sehingga perlu untuk dihitung ulang.

Bupati Suwirta menegaskan, akan terus turun ke lokasi program-program prioritasnya, agar kembali fokus pada tahapan pelaksanaannya. Penyesuaian ini harus dilakukan cepat, tanpa harus mengabaikan protokoler keselamatan dalam menyikapi wabah COVID-19. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.