Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan bantuan dari BNI ke warga Bondalem, didampingi Pemimpin BNI Wilayah Denpasar yang membawahi Bali, Nusa Tenggara, I Made Sukajaya, Minggu (10/5). (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan kepada Pemkab Buleleng agar memberikan perhatian khusus terhadap Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula. Alasannya karena, kasus penularan COVID-19 dengan transmisi lokal tergolong tinggi.

Untuk itu, seluruh warga di desa Buleleng Timur itu diminta disiplin mengikuti anjuran pemerintah yang sudah memutuskan karantina desa. Gubernur Bali Wayan Koster hadir di Bondalem untuk menyerahkan bantuan CSR BNI dan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di Posko Terpadu Penanganan COVID-19 di Kantor Perbekel Desa Bondalem, Minggu (10/5).

Ia mengatakan, kasus penularan transmisi lokal di Bondalem ini murni karena dari warga lokal yang menularkan COVID-19. Analisis medis menyebutkan, penularan ini sangat cepat, sehingga mengkhawatirkan.

Sebab, kalau sampai virusnya menular ke desa di luar Bondalem, akan menimbulkan masalah yang besar. Untuk itu, Gubernur mengajak warga agar disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, dan tetap tinggal di rumah selama masa karantina. “Di sini itu transmisi lokal tinggi, jadi saya akan perhatikan desa ini secara khusus. Masyarakat mengikuti instruksi pemerintah dan tetap disiplin, saya tidak mau kasus ini menular ke lain desa dan Bupati saya tugaskan jangan kendor dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona,” katanya.

Baca juga:  Di Jembrana, Ada Tujuh Zona Merah Rabies

Dalam penyerahan bantuan itu, Gubernur menyerahkan 1.500 paket sembako dari CSR BNI Wilayah Denpasar didampingi Kepala BNI Wilayah Denpasar yang membawahi Bali dan Nusa Tenggara, I Made Sukajaya. Selain itu, ada 400 paket sembako dari Pemprov Bali juga diserahkan di hari yang sama.

Terkait dengan CSR BNI, Gubernur Wayan Koster menyebut, untuk tahap awal BNI telah menyalurkan CSR-nya kepada Pemprov Bali sebanyak 5.000 paket sembako. Nantinya, CSR tahap berikutnya akan disalurkan ke daerah-daerah yang memerlukan bantuan.

Sehingga masalah kebutuhan pokok selama pandemi ini bisa ditangani dengan serius. Pihaknya juga menyebut sampai 6 bulan ke depan, cadangan pangan di Bali masih cukup untuk menutup kebutuhan warga menghadapi pandemi COVID-19. “BNI ini membantu kita untuk memenuhi kebutuhan pangan selama pandemi ini dan masih ada penyerahan tahap berikutnya. Sedangkan untuk cadangan pangan kita masih cukup dan ini kita serap dari komoditas pertanian lokal di Bali,” jelasnya.

Paket sembako untuk warga yang menjalani masa karantina Desa Bondalem. Bantuan ini terdiri dari beras 5 kilogram, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula dan 10 butir telur. Beras yang disumbangkan berasal dari petani Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.