Warren Buffet. (BP/AFP)

WASHINGTON, BALIPOST.com – Miliader, Warren Buffet mengatakan pada Sabtu (2/5) waktu setempat, bahwa dirinya percaya ekonomi AS akan pulih dari keterpurukannya akibat pandemi COVID-19. Alasannya, dikutip dari AFP, “Keajaiban Amerika tidak pernah gagal.”

Investor andal berusia 89 tahun ini membuat prediksi yang sangat optimis terhadap negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu setelah perusahaannya, Berkshire Hathaway dilaporkan mengalami kerugian sebesar 50 miliar Dolar AS pada triwulan I 2020.

Buffet juga mengumumkan telah menjual seluruh sahamnya di 4 perusahaan penerbangan besar di AS pada bulan lalu saat pandemi meruntuhkan industri perjalanan. “Ternyata saya salah,” kata Buffet soal akuisisi 10 persen saham di American Airlines, Delta Air Lines, Southwest Airlines, dan United Airlines.

Berkshire Hathaway telah membayar 7 milliar hingga 8 milliar Dolar AS dalam akuisisi itu. Diantara pembelian saham yang menghabiskan waktu bulanan dan penjualan saham itu, Buffet mengatakan bahwa bisnis penerbangan sudah berubah sehingga tidak bisa lagi memenuhi kriteria profitabilitas Berkshire Hathaway.

Pengumuman Buffet ini kemungkinan akan memperparah kondisi industri penerbangan yang sudah berada di ujung tanduk karena penguncian wilayah di banyak negara. Industri penerbangan kini berupaya memperoleh stimulus dari pemerintah AS sebesar 25 miliar Dolar AS.

Baca juga:  Meski Kembali Cetak Rekor Baru Kematian Harian COVID-19, Presiden Trump Umumkan Segera Cabut "Shutdown"

Berkshire Hathaway berpusat di Omaha, Nebraska tak bisa memprediksi kapan bisnis akan kembali normal atau kapan konsumen akan kembali pada pola belanja yang sebelumnya.

“Kami menghadapi persoalan besar di masa lalu, tapi tidak pernah mengalami persoalan seperti ini. Bahkan, kami belum pernah mengalami persoalan yang menyerupai kondisi saat ini,” kata Buffet dalam pidato panjangnya.

Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya pernah mengalami persoalan yang lebih berat dan keajaiban Amerika selalu bisa membuatnya bangkit. Ia yakin hal ini akan terjadi kembali. “Kita sekarang ini adalah sebuah negara yang lebih baik, juga merupakan negara yang lebih kaya dibandingkan pada 1789… Kita masih perlu waktu yang lama, namun sudah bergerak di arah yang benar,” katanya.

Buffet termasuk salah satu investor yang paling cerdas di dunia. Kekayaannya tercatat sebesar 72 miliar Dolar AS dan merupakan keempat terbesar di dunia, menurut Forbes.

Di tahun-tahun normal, pertemuan tahunan perusahaannya yang berpusat di Omaha merupakan kegiatan penting dalam kalender investor.

Namun, implikasi pandemi yang menghancurkan perekonomian juga melanda Berkshire Hathaway yang memiliki beragam investasi. Dan adanya social distancing menyebabkan pertemuan tahunan digelar secara daring. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.