Tangkapan layar peta penyebaran COVID-19 per 2 Mei 2020. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski mengalami penambahan kasus positif COVID-19, Bali juga terus mengalami penambahan jumlah pasien sembuh. Hal ini terlihat pada Jumat (1/5).

Dari data yang dilaporkan Kementerian Kesehatan RI per pukul 12.00 WIB pada Jumat, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Bali mencapai 235 kasus. Naik sebanyak 13 kasus positif dibandingkan sehari sebelumnya, yang mencapai 222 kasus.

Sementara itu, kesembuhan juga mengalami kenaikan cukup besar. Sebanyak 8 pasien COVID-19 dilaporkan sembuh. Sehingga kumulatif pasien sembuh mencapai 121 dari sebelumnya sebanyak 113 orang.

Jumlah kesembuhan di Bali jika dipersentasekan mencapai 51,48 persen. Persentase ini cukup tinggi. Bahkan dilihat dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, berdasarkan data yang diolah dari covid19.bnpb.go.id, peringkat Bali berada di posisi kedua. Bali masih kalah dari Maluku yang mencatatkan persentase kesembuhan sebesar 52,1 persen.

Untuk Maluku yang menduduki peringkat pertama dalam persentase kesembuhan, kumulatif kasus COVID-19 mencapai 23 orang. Sedangkan yang sembuh sebanyak 12 orang dan meninggal nihil.

Naiknya Bali ke peringkat kedua ini perlu diapresiasi. Pasalnya pada Rabu (29/4), Bali masih berada di posisi kelima nasional. Bali berada di bawah DI Yogyakarta yang tingkat kesembuhan pasien COVID-19 nya mencapai 42 persen. Kemudian di posisi ketiga ada Aceh yang tingkat kesembuhannya mencapai 44 persen.

Di posisi kedua ada Maluku yang tingkat kesembuhannya mencapai 50 persen, dan posisi pertama dipegang oleh NTT yang tingkat kesembuhannya mencapai 100 persen.

Untuk data Jumat (1/5), Bali menduduki peringkat kedua nasional untuk tingkat kesembuhan. Di posisi ketiga ada Yogyakarta sebanyak 42,3 persen. Kemudian posisi keempat ada Riau dengan tingkat kesembuhan sebesar 38 persen, dan posisi kelima adalah Aceh dengan persentase kesembuhan mencapai 36,3 persen.

Namun, yang masih harus terus diwaspadai adalah kasus transmisi lokal yang bertambah. Kemarin jumlahnya meningkat lagi, bertambah 9 orang sehingga total kasus transmisi lokal Bali mencapai 66 orang.

Kondisi ini pun, dikatakan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Peanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, sudah diantisipasi melalui berbagai kebijakan. Termasuk mengisolasi dua banjar, yakni Banjar Serokadan, Desa Abuan dan Banjar Kaleran, Desa Padangkerta.

“Karantina wilayah dilaksanakan di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kec. Susut, Bangli sebagai tindak lanjut dari hasil rapid test yang dilaksanakan dari 30 april 2020 sampai 1 Mei 2020. Sama halnya dengan di Banjar Serokadan, Pemerintah Karangasem juga telah menetapkan kebijakan mengisolasi Banjar Kaleran, Desa Padangkerta. Mengingat sebelumnya, ada empat orang warganya yang terkonfirmasi positif COVID-19 karena transmisi lokal,” ujarnya dalam pers conference streamingnya.

Dari data yang ada dalam website infocorona.baliprov.go.id secara kumulatif Bali sudah menangani kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 235 kasus. Total masih ada 110 kasus yang dirawat di 10 RS rujukan dan tempat karantina yang disediakan Pemprov Bali. Dari akumulatif 235 kasus positif, terdiri dari 8 WNA dan 227 WNI.

Dalam data sebaran kasus COVID-19 sampai 1 Mei di https://pendataan.baliprov.go.id terungkap daerah yang mengalami penambahan warga terjangkit transmisi lokal. Daerah itu adalah Bangli (6), Buleleng (2), dan Badung (1).

Baca juga:  Imigrasi Sebut Belum Ada WN Tiongkok Ajukan Perpanjangan Masa Tinggal

Sementara itu, dilihat dari penyebaran warga terjangkit, posisi pertama diduduki Bangli yang semula berada di posisi kedua menggeser Denpasar. Bangli mengalami penambahan kasus transmisi lokal sebagai 6 orang dari sehari sebelumnya tercatat 13 orang. Denpasar ada di posisi kedua, dengan warga terjangkit mencapai 18 orang.

Di posisi ketiga ada Karangasem dan Buleleng sebanyak 9 warga. Untuk Buleleng terjadi penambahan 2 kasus transmisi lokal dari sebelumnya yang mencapai 7 warga.

Di posisi keempat, ada Badung yang mengalami penambahan 1 warga positif karena transmisi lokal sehingga jumlahnya menjadi 4 orang. Posisi kelima ada Gianyar, dan Klungkung dengan 3 warga terjangkit.

Pada posisi selanjutnya, yakni keenam, adalah Jembrana dengan warga terjangkit sebanyak 1 orang. Hanya Tabanan yang masih bebas dari transmisi lokal.

Pasien Sembuh

Yang sudah dinyatakan sembuh, ada penambahan 8 orang sehingga totalnya menjadi 121 orang. Penambahan warga sembuh ini berasal Denpasar (3), Bangli (1), Klungkung (1), Jembrana (2), dan Kabupaten Lainnya.

Untuk peringkat, Denpasar masih menduduki posisi pertama dengan jumlah 24 warga, terjadi penambahan 3 warga sembuh. Di posisi kedua ada Buleleng dan Bangli dengan jumlah pasien sembuh mencapai 14 orang. Untuk Bangli terjadi penambahan 1 warga sembuh dari sehari sebelumnya.

Posisi ketiga ada Gianyar, dengan total warga sembuhnya tidak ada penambahan, tetap 13 orang. Karangasem menduduki posisi keempat, yakni 12 warganya sembuh.

Kemudian posisi kelima adalah Badung, dengan total warga sembuh 11 orang. Posisi keenam ada Klungkung yang mencatatkan 10 pasien sembuh, bertambah 1 pasien dari sebelumnya.

Di posisi ketujuh adalah Jembrana dengan jumlah 8 orang, bertambah 2 warga sembuh.

Sementara itu, di posisi selanjutnya adalah Tabanan dengan 7 pasien sembuh.

Kabupaten lainnya juga mengalami 1 pasien tambahan sembuh, sehingga totalnya ada 2 orang. WNA sembuh total mencapai 6 orang.

Total terdapat 98 WNI yang dinyatakan sudah sembuh dari COVID-19 di Bali dan 6 WNA.

Terkait jenis kasus, untuk WNI, rinciannya, 161 orang positif karena imported case dengan riwayat perjalanan dari luar negeri dan mayoritas adalah pekerja migran dengan jumlah 141 orang, sementara transmisi lokal totalnya 66 kasus. Sementara WNA tercatat ada 8 kasus.

Untuk warga yang positif terjangkit COVID-19 secara kumulatif, terdapat penambahan di sejumlah daerah. Rinciannya Denpasar (1), Bangli (8), Buleleng (3), dan Badung (1).

Dilihat dari posisinya, Denpasar masih memegang peringkat pertama dengan jumlah warganya terjangkit mencapai 53 orang, bertambah 1 orang dari sehari sebelumnya. Kemudian di posisi kedua adalah Bangli dengan kumulatif kasus mencapai 47 pasien, bertambah 8 warga.

Di posisi ketiga ada Buleleng dengan jumlah warga positif mencapai 26 orang, bertambah 3 orang dari sehari sebelumnya. Di posisi keempat Gianyar dengan jumlah 23 orang.

Di peringkat kelima ada Karangasem dengan jumlah warga positif sebanyak 21 orang. Posisi keenam adalah Klungkung dan Badung dengan 16 kasus. Khusus Badung bertambah 1 orang dari sehari sebelumnya.

Jembrana ada di posisi ketujuh, dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 11 orang. Di posisi kedelapan, ada Tabanan dengan jumlah warga terjangkit 9 orang.

Untuk WNA yang terjangkit kasus ini masih tetap 8 orang. Kabupaten lainnya total 5 pasien. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.