Rapid Test. (BP/Dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sudah dua pekan lebih, tepatnya 15 hari, Bali terus mencatatkan pertambahan kasus positif COVID-19. Transmisi lokal juga terus mengalami penambahan. Meski jumlahnya tidak sebanyak imported case, tetap saja kondisi ini harus diwaspadai.

Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, pertambahan transmisi lokal ini sudah diketahui. Sebab, riwayat pasien sudah tercatat dan dilaporkan kepada pemerintah. Dinas Kesehatan telah mendata jika si A positif transmisi lokal karena pernah kontak dengan kasus nomor sekian.

Ia mengatakan transmisi lokal sudah melalui hasil penelusuran dengan pasien-pasien sebelumnya. Untuk upaya pengendalian, ia menekankan pentingnya melakukan pencegahan dengan cara-cara sederhana, seperti memakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. “Karena masker adalah benteng penjagaan kita, baik bagi yang sakit maupun yang sehat,” ujarnya, Jumat (24/4).

Dari data yang ada dalam website infocorona.baliprov.go.id secara kumulatif Bali sudah menangani kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 177 kasus. Pada Jumat (24/4) terjadi penambahan sebanyak 10 kasus. Total masih ada 116 kasus yang dirawat di 12 RS rujukan.

Dari 177 kasus, komposisinya imported case sebanyak 141 kasus, dengan rincian pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sebanyak 114 WNI dan 8 WNA serta pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) mencapai 19 orang. Untuk transmisi lokal ada penambahan 4 pasien dari sebelumya sehingga totalnya menjadi 36 warga. Dilihat dari persentasenya, mencapai sekitar 21 persen dari kumulatif kasus.

Dalam data sebaran kasus COVID-19 sampai 24 April di https://pendataan.baliprov.go.id, untuk yang meninggal masih tetap 4 orang, dengan komposisi 2 WNI dan 2 WNA.

Dari data itu terungkap pula 10 pasien COVID-19 terbaru merupakan warga Denpasar, Bangli, Buleleng, Gianyar, Tabanan, dan kabupaten lainnya.

Baca juga:  Badung Putuskan Akhiri Penutupan Objek Wisata, Selanjutnya?

Sementara dilihat dari peringkatnya, Denpasar masih memegang peringkat pertama dengan jumlah warganya terjangkit mencapai 44 orang, naik 5 kasus dibandingkan sehari sebelumnya. Kemudian di posisi kedua adalah Bangli dengan kumulatif kasus mencapai 26 pasien, ada penambahan 1 pasien dari sebelumnya.

Di posisi ketiga ada Buleleng dengan jumlah 20 orang, tambah 1 kasus dari sehari sebelumnya. Posisi keempat adalah Gianyar dengan jumlah kasus 18 warga, terdapat 1 penambahan kasus.

Di peringkat kelima ada Karangasem dengan jumlah warga positif sebanyak 14 orang, tidak ada penambahan. Posisi keenam adalah Badung tetap dengan kumulatif kasus 12 orang.

Sementara itu, Klungkung dan Jembrana ada di posisi ketujuh, dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 11 orang. Di posisi kedelapan, ada Tabanan dengan jumlah warga terjangkit 9 orang, ada penambahan 1 orang.

Sementara itu, WNA yang terjangkit kasus ini masih tetap 8 orang. Kabupaten lainnya total 4 pasien, ada penambahan 1 warga.

Yang sudah dinyatakan sembuh, ada penambahan 2 orang menjadi 57 orang. Penambahan warga sembuh ini berasal dari Denpasar dan Badung.

Untuk peringkat, Denpasar masih menduduki posisi pertama dengan jumlah 16 warga, naik 1 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Di posisi kedua Buleleng dengan jumlah pasien sembuh mencapai 7 orang.

Posisi ketiga ada Badung dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 6 orang, bertambah 1 warga sembuh. Tabanan dan Klungkung dengan jumlah pasien sembuh mencapai 5 orang di posisi selanjutnya.

Kemudian di posisi kelima ada Karangasem dengan 4 pasien sembuh. Di posisi keenam ada Jembrana dan Bangli dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 3 orang.

Posisi Terakhir adalah Gianyar dengan jumlah 2 warganya sudah sembuh dari COVID-19. Total terdapat 52 WNI yang dinyatakan sudah sembuh dari COVID-19 di Bali dan 5 WNA. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.