Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus positif COVID-19 di Bali terus menunjukkan grafik peningkatan. Dari rilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, tercatat masih ada 118 kasus aktif COVID-19 atau masih dirawat.

Selain itu, masih terdapat pula pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi sebelum hasil swabnya keluar. Kendati demikian, Gubernur Bali Wayan Koster mengklaim kapasitas rumah sakit khususnya ruang isolasi masih cukup untuk merawat pasien positif COVID-19.

Demikian juga tempat karantina, karena seperti diketahui, mayoritas kasus positif merupakan imported case. Yakni para pekerja migran yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri.

Sedangkan, gelombang kepulangan para pekerja migran masih akan berlangsung. “Tempat karantina cukup karena karantina dilakukan oleh kabupaten/kota. Cukup, tidak ada masalah,” ujar Koster di Jayasabha, Denpasar, Jumat (24/4).

Koster menambahkan, kapasitas ruang isolasi juga masih cukup untuk merawat pasien positif COVID-19. Di RSUP Sanglah misalnya, sekarang akan ditambah lagi 18 kamar.

Penambahan kamar itu dipastikan rampung dalam dua minggu. “Minggu ini selesai 9 kamar. Kemudian di RS PTN Udayana, itu juga dipersiapkan untuk 97 bed. Jadi cukup,” katanya.

Baca juga:  Ribuan Warga Demo Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Belum lagi, lanjut Koster, ada RS Bali Mandara yang juga memiliki cukup kamar. Kalau memang ada lonjakan, maka RSUD juga akan dimanfaatkan untuk menangani pasien positif COVID-19.

Sejak awal muncul pasien COVID-19 di Bali, pihaknya sudah bertindak cepat menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai. “Saya bertindak cepat mengumpulkan semua RS untuk menyiapkan pelayanan. Satu, mengenai kamar, tempat tidur, dokter, perawat, dan peralatan kesehatan,” jelasnya.

Menurut Koster, Bali saat ini memiliki stok Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 4.000 lebih. Kemudian menerima bantuan dari luar negeri berupa alat rapid test sebanyak 20.000, ventilator, dan 50.000 masker berstandar internasional/WHO.

Masker ini merupakan bantuan dari Tiongkok. “Kemudian juga sedang disiapkan laboratorium selain uji swab selain di Sanglah. Sedang berjalan persiapannya ini di RS PTN Udayana, kemudian di FK Warmadewa, dan Labkes Dinas Kesehatan Provinsi Bali,” paparnya.

Dengan demikian, Koster menyebut Bali akan memiliki empat lokasi lab untuk uji swab sehingga hasil pengujian bisa diketahui lebih cepat. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.