Bantuan kedua dari Telkom berupa disinfektan dan hand sanitizer dicairkan ke RS Sanglah. (BP/May)

DENPASAR, BALIPOST.com – Telkom akhirnya merealisasikan pemberian bantuan bahan cair ke RSUP Sanglah. Kamis (23/4), Telkom memberikan 100 liter cairan disinfektan dan 100 liter hand sanitizer ke RSUP Sanglah.

Deputi GM Witel Denpasar, I Gusti Gde Donny Wardhana mengatakan, diharapkan bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi tenaga medis di RSUP Sanglah yang merawat pasien Covid 19 supaya bisa selamat dan sehat selama bertugas dan pasien – pasien yang dirawat bisa cepat sembuh

Penyerahan bantuan tersebut juga didampingi Perwakilan Koordinator Satgas BUMN Provinsi Bali, Fahrurrozi dan Management Witel Singaraja yang diwakili oleh Mgr Log & GS Singaraja Putu Gde Radar Jaya dan Manager HR & CDC Denpasar Putu Edy Swantajaya.

Telkom adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tergabung dalam Satgas BUMN untuk Covid 19. Di seluruh Indonesia, Telkom turut berkontribusi salah satunya memberikan bantuan ke RSUP Sanglah yang kedua kalinya ini. “Teman daerah lain seperti di Karangasem dan seluruh Indonesia, bersama – sama untuk meringankan beban Negara,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Sanglah dr. Wayan Sudana, M.Kes.mengatakan, kebutuhan APD (Alat Pelindung Diri) seperti masker, sarung tangan, baju APD atau hazmat, hand sanitizer, disinfektan selalu dibutuhkan secara berkelanjutan selama ada pasien, mengingat sebagian besar APD tersebut hanya sekali pakai.

Baca juga:  Maret, Manajemen Uluwatu Akui Penurunan Kunjungan 

“Kita juga bersyukur walaupun terus ada kebutuhan, tapi karena ada kepedulian dari masyarakat seperti dari Telkom ini, dari instansi – instansi dan komponen masyarakat, semuanya. Bantuan – bantuan ini memberikan kepastian untuk kebutuhan itu untuk bisa dipenuhi,” ujarnya.

Kebutuhannya fluktuatif per harinya, tergantung jumlah pasien yang ditangani setiap harinya. Selama ini, kebutuhan per hari selalu ditutupi oleh bantuan – bantuan dari berbagai pihak.

“Fluktuatif karena tergantung jenis pasien yang dirawat juga menentukan. Misalnya satu pasien yang merawat hanya satu dokter, juga ada sekian perawat kemudian ada kebutuhan cleaning service karena membersihkan ruangan yang digunakan pasien, dan tenaga lainnya. Juga ada pasien lain yang memerlukan perlu konsul. Sehingga kebutuhannya kompleks, jadi bisa membutuhkan APD yang banyak,” bebernya. (Citta Maya/Balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.