Sejumlah naker migran Tabanan dijemput bus untuk diantar ke lokasi karantina. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Gelombang tenaga kerja (naker) migran asal Tabanan yang pulang kampung terus terjadi. Untuk menjemput para pekerja migran ini, setidaknya ada empat bus sekolah milik Dinas Perhubungan Tabanan dikerahkan.

Armada ini beberapa hari belakangan, non stop pagi sampai malam melalukan penjemputan para pekerja yang telah menjalani rapid test di Propinsi dan dinyatakan negatif COVID-19. Selanjutnya para pekerja migran asal Tabanan ini akan diantar ke sejumlah hotel/penginapan di wilayah Tabanan yang telah siap menampung untuk melakukan karantina selama 14 hari ke depan.

Jika masa karantina berakhir dan nantinya telah dinyatakan sehat, mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Saat dikonfirmasi terkait armada penjemputan para pekerja migran, Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, I Gusti Darma Utama membenarkan jika pihaknya menyediakan empat armada. Dikatakannya para pekerja migran asal Tabanan sejak Rabu hampir tiap hari masih terus berdatangan.

Dan untuk melindungi kru penjemputan tersebut, supir dan supir cadangan yang bertugas telah dilengkapi APD. Begitupun antara supir dan penumpang juga telah diberi sekat untuk mencegah kemungkinan penyebaran COVID-19. Rata-rata tiap harinya jumlah pekerja asal Tabanan yang dijemput di angka 30-35 orang, dan ini belum diketahui sampai kapan berakhir.

Baca juga:  Ini Hasil Investigasi 5 Pasien Positif COVID-19 Tanpa Riwayat Penularan

“Sesuai arahan, tugas kami hanya menjemput para PMI asal Tabanan yang sudah melewati rapid test dan dinyatakan negatif, dan selanjutnya drop mereka ke tempat yang telah disediakan oleh Satgas Tabanan. Untuk lokasi pastinya coba koordinasi langsung dengan Ketua Gugus Tugas Tabanan (Sekda, red),” ucapnya.

Sementara dari informasi yang dihimpun, Gugus Tugas Percepatan penanggulangan COVID-19 Tabanan mengandeng seluruh Muspika terus bergerak mencari sejumlah tempat yang siap dan layak untuk menampung para pekerja ini menjalankan proses karantina. Ini dilakukan lantaran adanya sejumlah penolakan dari warga yang wilayahnya akan dijadikan lokasi karantina.

Setidaknya sudah ada dua akomodasi di Tabanan yang siap, dan kini sudah ada pekerja migran yang menjalani karantina. Selain itu kesiapan petugas kesehatan untuk terus memberikan pemahaman bagi para pekerja migran tentang menjaga protap kesehatan minimal juga terus dilakukan. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.